TKW Asal Ngawi Tewas Kecelakaan saat Kerja

No comment 279 views
foto/ilustrasi

foto/ilustrasi

GLOBALINDO.CO, NGAWI –  Nasib malang menimpa seorang TKW asal Ngawi. Ibarat sudah jatuh tertimpa tangga, itulah gambaran Iswahyuni (31) warga Desa Randusongo, Kecamatan Geneng, Kabupaten Ngawi. Pasalnya TKW (Tenaga Kerja Wanita) yang mencari rupiah di Taiwan ini mengalami kecalakaan lalu lintas saat berangkat kerja.

Tragisnya, Penyalur Jasa Tenaga Kerja Indonesia (PJTKI) yang memberangkatkannya seolah lepas tangan. Keluarganya pun berharap jasadnya segera dipulangkan.

Kabar duka tewasnya Iswahyuni diterima oleh ibu kandungnya, Supriyati, pada Minggu (27/11/2016) kemarin. Keluarga mendapat kabar bahwa anak gadisnya yang sedang mengadu nasib di Taiwan mengalami kecelakaan kerja, pad Jumat (25/11/2016) lalu.

“Awalnya yang mendapat kabar itu kakak korban yang bekerja di Jakarta.  Namun si kakak belum mau berkabar karena beritanya masih simpang siur,” kata Paman Korban, Mukiman, Senin (28/11/2016).

Mukiman mengatakan bahwa sang ponakan meninggal karena mengalami kecelakaan lalu lintas. Saat berangkat kerja ke Taipe, korban tertabrak truk sesaat setelah terjatuh dari sepeda motor yang memboncengnya. “Korban tewas di lokasi kejadian. Dan langsung dibawa ke rumah sakit di Taiwan,” terangnya.

Mukiman menegaskan saat ini PJTKI yang memberangkatkan korban lepas tangan. Sehingga yang mengurus kakak korban nomor dua yang juga menjadi TKI di Taiwan. Dia menuturkan korban berangkat enam tahun lalu dengan jasa PJTKI asal Kabupaten Madiun. Dari enam tahun tersebut, korban pulang ke Ngawi baru sekali.

“Awalnya kerjanya sebagai pembantu rumah tangga. Tapi karena gak tahan akhirnya kabur. Dan bekerja sebagai buruh pabrik,” terangnya.

Sementara ibu korban, Supriyati, hanya bisa menahan duka yang mendalam. Karena anak ketiganya sudah meninggal dengan cara tragis.

“Cita-citanya pengen menguliahkan adik bungsunya sampai selesai.Tapi sebelum cita-citanya terwujud sudah mengalami kecelakaan tragis,” tuturnya menahan tangis.

Saat ini, Supriyati hanya berharap jasad sang anak segera dipulangkan. “Biar bisa dimakamkan di Ngawi. Saya bisa jenguk sewaktu-waktu,” pungkasnya. (nh/bj)