TKW Asal Ponorogo Dihukum Gantung di Malaysia

sidang tkwGLOBALINDO.CO, MALAYSIA – Tenaga Kerja Wanita (TKW) asal Ponorogo, Rita Krisdianti divonis hukuman gantung oleh Mahkamah Tinggi Penang, Malaysia terkait kasus narkoba. Pemerintah Indonesia didorong untuk melakukan banding atas vonis ini.

“Kami mendorong agar ini dilakukan banding melihat kronologisnya dia adalah korban,” kata Direktur Eksekutif Migrant Care, Anis Hidayah Anis Hidayah, Senin (30/5/2016).

“Pemerintah RI juga harus melakukan upaya investigatif membongkar sindikat narkoba yang menjadikan buruh migran jadi objek sindikat mereka. Sama kaya Mary Jane,” dorongnya.

Anis menambahkan, pengadilan Penang memvonis mati Rita terkait kepemilikan narkoba 4 kg. Anis mengikuti persidangan Rita di Penang dan melakukan update melalui akun twitternya, @anishidayah.

“Melihat kronologisnya, dia adalah korban. Rita ditipu. Jadi dari Makau, Rita ditawari berbisnis kain sari ke India. Dari India ke Penang dibawain koper narkoba,” tutur Anis.

Modus ini mirip dengan yang menimpa buruh migran dari Filipina, Mary Jane Veloso, yang divonis mati di Indonesia.

Dikutip dari akun twitter Anis Hidayah yang bertagar #SaveRita, Rita Krisdianti adalah buruh migran asal Ponorogo yang berangkat ke Hong Kong melalui PT Putra Indo Sejahtera pada Januari 2013. Baru 3 bulan bekerja, Rita dikembalikan ke agen di Hong Kong kemudian dipindah ke Makau untuk menunggu pekerjaan dan visa.

Juli 2013, Rita berencana pulang ke Indonesia karena sudah 3 bulan berada di penampungan agensinya di Makau. Saat hendak pulang, ada temannya yang menawarkan pekerjaan berupa bisnis kain sari dan pakaian. Rita diterbangkan ke New Delhi, menginap di sana. Di sana ada seseorang menitipkan koper yang katanya berisi pakaian.

Rita diminta membawanya ke Penang, Malaysia, karena ada orang yang mau mengambil koper tersebut. Tanggal 10 Juli 2013 di Bandara Penang, Rita ditangkap Kepolisian karena koper tersebut ternyata berisi narkoba 4 kg.

Rita terjerat narkotika law 1952 pasal 39b dengan tuntutan maksimal hukuman mati. Sidang vonis hari ini adalah sidang ke-19 bagi Rita yang berlangsung sejak tahun 2013.

Berdasarkan data terakhir Kemlu, 158 WNI di Malaysia terancam hukuman mati. Sebanyak 60 persen di antara mereka terjerat kasus narkotika.(dtc/ziz)