Tol Pasuruan-Probolinggo Ambruk, Labfor Polri Ambil Sampel Patahan Beton

oleh
Polisi menyelidiki ambruknya konstruksi tol Pasuruan-Probolinggo yang dikerjakan PT Waskita Karya. Satu pekerja, Heri Sunandar (27), tewas dalam kejadian ini.
Polisi menyelidiki ambruknya konstruksi tol Pasuruan-Probolinggo yang dikerjakan PT Waskita Karya. Satu pekerja, Heri Sunandar (27), tewas dalam kejadian ini.

 

GLOBALINDO.CO, PASURUAN – Tim Laboratorium Forensik Mabes Polri cabang Surabaya bergerak cepat menyelidiki penyeba ambruknya tol Pasuruan-Probolinggo. Tim Labfor, Senin (30/10) mengambil sampel  bongkahan patahan beton dari reruntuhan kontruksi tol di Kecamatan Grati, Pasuruan.

Kepala Laboratorium Forensik Mabes Polri cabang Surabaya Komisaris Besar Agus mengatakan anak buahnya masih melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Hal ini dilakukan untuk mengumpulkan bahan dan data di lapangan.

“Kemudian data-data itu kami sandingkan nanti. Kami juga pelajari SOP (Standar Operasional Prosedur)-nya,” kata Agus saat ditemui di lokasi.

Agus belum bisa menentukan siapa yang paling bertanggungjawab terhadap peristiwa tersebut.  Pihak Labfor, kata Agus, juga membawa sampel berupa bongkahan beton yang diambil dari reruntuhan kontruksi.

“Semua yang ada di lapangan kami minta datanya,” kata Agus.

Ditanya ihwal indikasi beton-beton kontruksi yang bermasalah, Agus mengatakan belum bisa diketahui. “Belum ada indikasi, masih akan di periksa di laboratorium,” katanya.

Ambruknya konstruksi tol tersebut menelan satu korban jiwa, Heri Sunandar (27), pekerja mekanik PT Waskita Karya. Sementara dua orang yang terluka yakni Sugiyono, 47 tahun, sopir pikap PT Waskita, dan Nurdin, 35 tahun, tukang las PT Pancang Sakti.

Proyek Tol Pasuruan-Probolinggo merupakan proyek strategis nasional yang dikerjakan PT Waskita Karya Tbk sejak 2016 dengan nilai kontrak Rp 2,9 triliun. Tol Pasuruan-Probolinggo memiliki panjang 31,3 kilometer.

Pembangunan proyek ini terdiri dari tiga seksi. Seksi pertama dibangun sepanjang 8 kilometer melewati Grati-Nguling, seksi kedua perbatasan Nguling, Pasuruan dan Sumberasih, Probolinggo sejauh 6 kilometer, dan seksi ketiga Sumberasih-Leces 17,3 kilometer.

Adapun pemegang konsesi proyek jalan tol Pasuruan-Probolinggo tersebut ialah PT Trans Jawa Paspro Jalan Tol yang 100 persen ditangani oleh PT Waskita Toll Road. Kontraktornya  PT Waskita Karya. Sedangkan konsultan supervisi dipegang oleh PT Virama Karya, sedangkan konsultan pengendalian mutu independen ditangani oleh PT Monoheksa. (tpi/ady)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *