Tragis, 19 Jamaah Umrah Asal Majene Ditelantarkan Travel di Malaysia

oleh
Jamaah umrah yang ditelantarkan travel di Malaysia.

GLOBALINDO.CO, MAJENE – Nasib sial dan tragis dialami 19 jamaah umrah dari biro perjalanan Mutiara Tour and Travel asal Majene dan Polewali Mandar, Sulawesi Barat. Mereka ditelantarkan berhari-hari tanpa kepastian keberangkatan di Kuala Lumpur, Malaysia.

Setelah sepekan terkatung-katung di negeri orang, jamaah umrah ini akhirnya balik pulang kampung karena tidak diberangkatkan ke tanah suci Mekah dan kehabisan uang di Malaysia. Padahal mereka telah menyetor dana lebih dari Rp 20 juta per jamaah kepada pihak travel.

Salah satu jamaah umrah, Kurniah Samil asal Desa Bukit Samang, Kecamatan Sendana, Kabupaten Majene, Sulawesi Barat mengaku kecewa dengan pelayanan biro perjalanan umrah Mutiara Tour and Travel.

(Baca Juga: Penipuan Jamaah Haji, Pengusaha Taksi Raup 5,8 M)

Pekan lalu, ia bersama rekannya dari Majene dan 18 jamaah umrah dari Polewali Mandar, Sulawesi Barat berangkat dari Bandara Hasanuddin Makassar tujuan Mekah, namun telantar selama sepekan di Kuala Lumpur, Malaysia, saat transit.

Seluruh dokumen seperti paspor dan visa Kurnia telah lengkap. Namun ia ditelantarkan sepekan di Kuala Lumpur, Malaysia. Kondisi ini diperparah lantaran biaya hotel dan makan ditanggung sendiri oleh para jamaah selama Kuala Lumpur.

Padahal, Kurniah dan rekannya telah melunasi biaya perjalanan umrah sebesar Rp 25 juta dari Januari 2017 lalu.

Kurniah mengatakan, pihak biro perjalanan berdalih kehabisan dana memberangkatkan jamaah ke tanah suci. Para jamaah sempat stres lantaran pihak biro tak memberi kepastian kapan mereka diberangkatkan ke Mekah.

Kurniah mengatakan, pihak Mutiara Tour and Travel terus berjanji akan memberangkatkan ke Tanah Suci selama di Malaysia. Karena tak ada kepastian, sementara biaya perjalanan mereka habis, akhirnya jamaah memutuskan pulang kampung dengan biaya ditanggung sendiri. Hingga kini, belum ada kejelasan mengenai jadwal pemberangkatan umrah tersebut.

“Berangkat dari bandara Makassar bersama puluhan jamaah asal Majene dan Polewali. Tiba di Kuala Lumpur ditelantarkan. Makan dan biaya hotel disuruh tanggung sendiri. Berhari-hari diminta kepastian tapi tidak jelas kapan diberangkatkan,” kata Kurniah, kemarin sore.(kcm/ziz)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *