Trump Ancam Pangkas Hibah, Menkeu Santai

oleh
Presiden AS Donald Trump mendengarkan perkataan Presiden RI Joko Widodo.
Presiden AS Donald Trump mendengarkan perkataan Presiden RI Joko Widodo.

 

GLOBALINDO.CO, JAKARTA – Ancaman Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang akan memotong bantuan dana untuk negara-negara pendukung draf resolusi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) soal Yerusalem tak membuat Menteri Keuangan Sri Mulyani risau. Sebab, pemangkasan hibah tak akan mempengaruhi perekonomian Indonesia karena tak pernah bergantung pada negara lain.

Menurut Sri Mulyani, Indonesia bukan negara yang sangat bergantung pada bantuan hibah negara lain, termasuk Amerika Serikat.

“Itu kan bantuan berupa hibah, akan berpengaruh bagi negara yang sangat tergantung, tapi Indonesia tidak,” ujar Sri Mulyani saat ditemui di kantor Kementerian Koordinator Perekonomian, Jakarta, Kamis (28/12).

Sri mengatakan bantuan hibah dari Amerika terhadap Indonesia selama ini lebih terkait dengan bantuan untuk perawatan militer. Amerika, menurut dia, memang memiliki kewenangan menentukan bantuan tersebut. “Tapi saya rasa Indonesia saat ini memiliki diversifikasi pembiayaan yang cukup beragam.”

Selain itu, kata Sri Mulyani, ancaman Donald Trump tidak akan berpengaruh terhadap perekonomian Indonesia karena kapasitas keuangan daerah juga cukup kuat. “Jadi Indonesia tidak ada ketergantungan sama sekali, kami harap benar-benar tidak terpengaruh,” tuturnya.

Diketahui, draf resolusi PBB itu meminta Amerika menarik keputusannya mengakui Kota Yerusalem sebagai ibu kota Israel. Kepada wartawan di Gedung Putih pada Kamis, 21 Desember 2017, Trump berujar, “Mereka menerima ratusan juta hingga miliaran dolar dan mereka memilih melawan kita. Kita akan melihat hasil pemungutan suara itu. Biarkan mereka voting melawan kita. Kita akan berhemat banyak. Kita tidak peduli.”

Indonesia secara tegas mendukung resolusi dan melawan keputusan Presiden Amerika dari Partai Republik tersebut. Indonesia tegas menolak rencana Trump yang ingin memindahkan Kedutaan Besar Amerika ke Yerusalem karena dinilai akan memperburuk upaya perdamaian Israel dan Palestina. (tpi/mun)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *