Tujuh Jam untuk Hari Ini, Pemeriksan Dahlan Berlanjut Besok

Mantan Menteri BUMN dan Dirut PT PWU (BUMD Pemprov Jatim), Dahlan Iskan (kanan) menjalani pemeriksaan di Kejaksaan Tinggi Jatim selama sembilan jam dalam kasus penjualan aset yang perusahaan yang pernah dipimpinnya.

Mantan Menteri BUMN dan Dirut PT PWU (BUMD Pemprov Jatim), Dahlan Iskan (kanan) menjalani pemeriksaan di Kejaksaan Tinggi Jatim selama sembilan jam dalam kasus penjualan aset yang perusahaan yang pernah dipimpinnya.

GLOBALINDO.CO, SURABAYA – Pemeriksaan terhadap mantan Menteri Badan usaha Milik Negara (BUMN), Dahlan Iskan sekitar sembilan jam di Kejaksaan Tinggi Jawa Timur, Senn (17/10) belum tuntas. Dahlan akan menjalani pemeriksaan lagi sebagai saksi kasus penyalahgunaan dan penjualan aset PT Panca Wira Usaha, BUMD milik Pemprov Jatim yang pernah dia pimpin, besok Selasa (18/10).

Dahlan mulai diperiksa sejak pukul 10.30 WIB dan baru keluar dari gedung Kejati Jatim sekitar Pukul 20.00 WIB. Saat keluar dari gedung, Dahlan tidak memberikan pernyataan apa pun kepada awak media yang menunggunya sejak siang hari.

“Belum selesai,” kata Dahlan sambil melambaikan tangannya.

Kepala Kejati Jatim Maruli Hutagalung menyebutkan, selama sembilan jam menjalani pemeriksaan, Dahlan dicecar 38 pertanyaan seputar penjualan aset BUMD.

“Besok kita akan lakukan pemeriksaan lanjutan,” ujar Kepala Kejati (Kajati) Jatim Maruli Hutagalung saat dihubungi dari Jakarta, Senin (17/10) petang.

Maruli menolak berkomentar saat disinggung mengenai detail materi pemeriksaan tersebut. Menurut dia, Dahlan merupakan saksi terkait kasus korupsi penjualan aset berupa tanah dan bangunan milik PT PWU, yang diperkirakan mencapai Rp 900 miliar.

Saat disinggung soal kemungkinan Dahlan menjadi tersangka dan ditahan? Maruli mengatakan penetapan status itu tergantung dari perkembangan penyidikan.

“Tentunya pemeriksaan saksi ini untuk mengetahui penjualan aset yang ada di Kediri dan Tulungagung,” kata Maruli.

“Kita lihat nanti, dari pemeriksaannya. Dan kalau sudah ada benang merahnya, iya kita naikan statusnya (sebagai tersangka, red). Tapi, kalau belum ada, iya tidak bisa lah dipasakan,” imbuhnya.

Sebelumnya, tim jaksa sudah dua kali melayangkan surat panggilan serupa, tetapi tidak direspon oleh Dahlan. Mantan Dirut Perusahaan Listrik Negara (Persero) yang menjabat Direktur Utama PT PWU periode 2000-2010 itu diduga terlibat penjualan 33 aset milik BUMD secara curang. (Baca: Selama Dipimpin Dahlan, PT PWU Sering Jual Aset Sembarangan).

Kasus ini pertama kali mengemuka pada 2015. Pihak Kejati Jatim lalu mulai menyelisik perkara yang ditengarai menimbulkan kerugian negara.

Selain Dahlan, nama mantan Gubernur Jawa Timur Imam Utomo juga diperiksa dalam kasus ini. Pada 30 Juni, kejaksaan menaikkan kasus ini ke penyidikan. Jaksa penyidik menetapkan seorang tersangka, yakni mantan manajer aset PT PWU Wisnu Wardhana. Wisnu kini mendekam di Rutan Klas I Surabaya. (bs/gbi)