Tujuh Juta Pengangguran Didominasi Lulusan SMA dan Sarjana

 

GLOBALINDO.CO, BANDUNG – Pengangguran masih menjadi masalah serius yang belum benar-benar bisa diatasi oleh pemerintah. Mirisnya, dari tujuh juta pengangguran yang diklaim pemrintah, angka tertinggi adalah pemuda di usia produktif.

Kementerian Tenaga Kerja (Kemenaker) mencatat pengangguran didominasi oleh sarjana dan lulusan sekolah menengah atas. Penyebabnya ada beberapa faktor yang menyebabkan tingginya angka pengangguran kategori usia produktif.

“Pendidikannya sarjana, namun pekerjaan yang ada harus profesinya pendidikan SMA. Nah ini kan banyak yang engga mau. Maka timbullah pengangguran,” Dirjen Pembinaan Pelatihan dan Produktivitas Kerja Kemenaker RI, Bambang Satrio Lelono di Gedung BBPLK, Jalan Gatot Subroto Kota Bandung, Rabu (8/11).

Sebanyak 750 ribu hingga 800 ribu sarjana dan sekolah menengah atas lulus tiap tahunnya. Semain banyaknya kompetitor yang tidak diimbangi dengan bertambahnya lapangan kerja ini menjadi salah satu penyebab naiknya jumlah pengangguran usia produktif.

“Untuk data lama yang saya terima, kebanyakan pengangguran itu di jenjang SMK dan politeknik,” tutur Bambang.

Ia menegaskan, hal tersebut bukanlah kesalahan dari perorangan. Butuh pemikiran semua pihak guna mengentaskan masalah pengangguran ini, terutama dalam hal pendidikan.

“Pendidikan harus disesuaikan dengan keinginan pasar seperti apa, jangan sampai kebutuhan akan lulusan sarjana itu tidak dibutuhkan oleh perusahaan,” ujarnya. (met/mun)