Tuntut Hukuman Ahok Diperberat, Ratusan Massa Datangi Grahadi

oleh
Ratusan massa dari GUIB saat menggelar aksi di depan Gedung Grahadi.

GLOBALINDO.CO, SURABAYA – Sekitar 300 massa dari Gerakan Ummat Islam Bersatu (GUIB) Jawa timur melakukan unjuk rasa di depan gedung Grahadi Surabaya. Dalam orasinya masa menuntut agar Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok mendapat hukuman berat.

Korlap aksi Yunus menuturkan, tuntutan jaksa penuntut umum kepada Ahok yang menciderai telah rasa keadilan masyarakat. Padahal, mantan Bupati Belitung itu layak mendapatkan hukuman lima tahun penjara.

“Tuntutan kami bukan anti NKRI. Tuntutan kami tegakkan NKRI dengan cara menghukum Ahok sesuai dengan hukum yang berlaku yaitu lima tahun,” kata Yunus, Senin, (8/5/2017).

Ada beberapa tuntutan yang disuarakan dalam aksi kali ini. Pertama, mendesak kepada pemerintah dan instansi terkait menegakkan hukum dengan tegas, independen dan menjunjung tinggi supremasi hukum.

Kedua, meminta Komisi Kejaksaan Republik Indonesia, mengeluarkan rekomendasi kepada presiden dan DPR RI untuk bertindak secara proaktif dan profesional dengan meminta pertanggungjawaban JPU yang diduga tidak independen.

“Kira memprotes keras tindakan jaksa penuntut umum yang tidak independen dalam melakukan penuntutan terhadap terdakwa penista agama,” ujarnya.

Menurut Yunus, tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) satu tahun dengan masa percobaan dua tahun telah menciderai rasa keadilan masyarakat. Padahal tuntutan tersebut berpotensi menimbulkan ketidak percayaan masyarakat atas proses penegakan hukum di tanah air

Oleh karena itu, pihaknya meminta kepada majelis hakim agar berani melawan tekanan dan intervensi dari manapun. Mengingat setiap warga negara mempunyai kedudukan yang sama di depan hukum.

“Kami mendorong independensi majelis hakim agar berani mengambil keputusan dan mevonis melebihi tuntutan jaksa,” pungkas Yunus. (bmb/gbi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *