Tuntut Pengakuan Pemerintah, Ratusan Pengemudi Ojek Online Demo

Ratusan pengemudi ojek online saat menggelar demonstrasi menunut pengakuan pemerintah.

GLOBALINDO.CO, JAKARTA – Perseteruan antara moda transportasi tradisional dan online terus berlanjut. Kini, ratusan pengemudi ojek online menggelar aksi demonstrasi menuntut pengakuan pemerintah. Mereka mendesak dilakukannya revisi UU Nomor 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.

“Selama ini kita (ojek online) dibutuhkan oleh warga, tapi tidak diakui oleh pemerintah keberadaannya. Makanya kita minta untuk revisi (UU No. 22/2009),” kata Koordinator Aksi Lapangan, Imanuel Pontoh yang merupakan salah satu pengemudi dari PT Gojek Indonesia saat melakukan aksi di Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Senin (15/5/2017).

(Baca Juga: Ratusan Pengemudi Ojek Online Demo Ibukota Jakarta, Polisi Siaga)

Aksi ini juga dibantu oleh pengurus dan anggota Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI). Aksi demonstrasi ini diikuti sebanyak 5.000 pengemudi yang berasal dari gabungan ketiga ojek aplikasi yakni, PT Gojek Indonesia, PT Grab Indonesia, dan PT Uber Indonesia Technologies.

Selain menyuarakan desakan revisi undang-undang, aksi ini juga menuntut pemberlakuan tarif yang sama antara seluruh aplikasi, serta pemberian jaminan perlindungan bagi para pengemudi. Hal ini menurut dia merugikan pihak pengemudi dan tidak sesuai dengan janji yang semula diberikan.

“Waktu itu dibilang (tarif minimum) Rp 4.000, sekarang turun ke Rp 2.500. Bonus dari per 5 poin Rp 50.000, sekarang 20 poin cuma Rp 90.000,” ujar Imanuel.

Menurut dia, sebelumnya para pengemudi sudah sempat mendatangi kantor untuk mediasi. Namun tidak ada tanggapan dan tindak lanjut dari masukan para pengemudi tersebut.

“Empat kali mediasi dengan kantor (PT Gojek Indonesia), tapi dibilang kalo enggak suka silakan keluar aja. Terakhir ke sana akhir tahun kemarin,” ujarnya.

Aksi ini dimulai dari berkumpulnya massa di samping ruas Jalan Merdeka Barat pada pukul 10.00 WIB. Adapun rute para pengunjuk rasa melakukan long march ke Kementerian Perhubungan (Kemenhub) lalu dilanjutkan ke depan Istana Negara.(kcm/ziz)