Tuntutan dan Vonis Oknum Polisi Terdakwa Narkoba Tak Sesuai Pasal Dakwaan

oleh
Dua terdakwa kasus narkoba, Heri Waluyo (kiri) dan Yoyok Winiardi (kanan) di ruang sidang Pengadilan Negeri Surabaya.

GLOBALINDO.CO, SURABAYA – Praktisi hukum Universitas Airlangga (Unair) Surabaya, Wayan Titip Sulaksana, melihat kejanggalan dalam vonis terhadap dua terdakwa kasus narkoba, Hari Waluyo Anggota Polsek Suko Manunggal dan Yoyok Winardi, pegawai honorer PDAM Surabaya. Pasalnya, tuntutan jaksa dan vonis 1,8 tahun penjara yang dijatuhkan Majelis Hakim kepada kedua terdakwa  tidak ada dalam nota dakwaan.

Majelis hakim yang diketua Anne Rusiana  menjatuhkan vonis kepada Hari Waluyo dan Yoyok Winardi berdasar tuntutan Jaksa Penuntut Umum yang menggunakan pasal 127 ayat (1) UU nomer 35 tahun 2009 tentang Narkotika.

”Pasal itu tidak disertakan dalam nota dakwaan. Kok bisa berubah, antara pasal dalam surat dakwaan dan tuntutan? Hakim ketua majelis, kok tidak memperingatkan JPU?” kata Wayan Titip saat dihubungi globalindo.co, Selasa (27/2).

Masih kata Wayan, bahwa vonis tersebut seharusnya batal demi hukum, karena inkonsisten. “Atau setidak-tidaknya pasal yang paling meringankan bagi tetdakwa” imbuhnya.

Dari hasil pantauan, kecurigaan menguat saat persidangan berlangsung pukul 10.20 WIB dua terdakwa tersebut telah dipersidangkan. Padahal mobil  tahanan yang mengangkut para terdakwa lain tidak kelihatan di Pengadilan Negeri Surabaya yang biasanya datang pada pukul 13.30.

Seperti diberitakan sebelumnya, dua terdakwa pemilik narkotika jenis Sabu seberat 3,7 gram. Keduanya dijatuhi hukuman borongan sama, yakni 1 (satu) tahun 8 (delapan) bulan oleh majelis hakim yang diketuai Anne Rusiana, Selasa pekan lalu.

Majelis Hakim menyatakan kedua terdakwa dinyatakan terbukti secara sah dan meyakinkan hakim melakukan tindak pidana penyalahgunaan narkotika golongan I bukan tanaman.

”Menjatuhkan pidana terhadap Para Terdakwa tersebut oleh karena itu dengan pidana penjara masing-masing selama 1 (satu) tahun dan 8 (delapan) bulan” Ucap Ane membacakan putusannya kala itu.

Vonis hakim Anne pada perkara ini berkurang 8 bulan dari pada tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Sabetania R. Paembonan Kejati Jatim dan Rista Erna Soelistiowati Kejari Surabaya, yang sebelumnya telah menuntut dua budak narkoba itu dengan tuntutan selama 2 Tahun, 6 bulan penjara.

Diterangkan dalam dakwaan JPU, bahwa kedua terdakwa awalnya dijerat menggunakan dakwaan melanggar pasal 114 ayat (1) jo pasal 132 ayat (1) Prekusor (permufakatan jahat) Undang – undang Nomer 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman minimal 5 tahun, dan maksimal selama 20 tahun hukuman Penjara.

Walaupun oleh JPU kedua terdakwa dijerat menggunakan dakwaan melanggar pasal 114 ayat 1 UU RI tentang Narkotika. Namun saat tuntutan, JPU menghilangkan dakwaan pertamanya dan menutut terdakwa menggunakan pasal 127 ayat 1 yang tidak disertakan dalam dakwaan sebelumnya. (ady)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *