Turnamen Video Gamde di Florida Jadi Arena Penembakan Brutal, 4 Tewas, 12 Terluka

oleh
Petugas kepolisian Florida saat mengamankan lokasi penembakan.

GLOBALINDO.CO, FLORIDA – Sebuah turnamen video game Madden 19 American Football di GLHF Game Bar, Jacksonville, Florida, Amerika Serikat berubah menjadi arena penembakan brutal. Para gamer dan penonton ditembaki. Menurut penegak hukum setempat, setidaknya ada empat orang tewas dari peristiwa ini, termasuk pelaku penembakan.

Seperti dilansir CNN, Senin (27/8/2018), selain 4 korban tewas, ada juga sedikitnya 12 orang mengalami luka-luka.

Menurut saksi mata, penembakan brutal tersebut terjadi saat acara kualifikasi untuk turnamen game sepak bola Amerika, Madden 19 dihelat.

Beberapa orang sempat mendengar beberapa kali suara tembakan keras dan acara kemudian dihentikan. Turnamen ini sempat disiarkan secara live streaming dan rekaman yang menggambarkan kejadian pun sempat terekam.
Dalam video terdengar suara tembakan dan kekacauan setelah siaran live streaming menampilkan tampilan game dan dua orang peserta yang sedang bertanding.

Turnamen game Madden 19 sendiri dilaksanakan di kompleks Jacksonville Landing, GLHF Game Bar, CompLexity Gaming.

(Baca Juga: Penembakan Brutal di Toronto AS, 9 Tewas)

Menurut EA, kualifikasi ini merupakan salah satu dari kompetisi yang diselenggarakan untuk mencari empat finalis yang akan digelar Oktober mendatang. Lokasi acara kualifikasi ini memang cukup terbuka dengan sejumlah toko, bar dan restauran berjejeran di pusat kota Jakcsonville sehingga pelaku dengan mudah melakukan penembakan.

“Saya sangat terkejut dan tidak bisa bicara. Yang saya dengar adalah ketika ia (pelaku) mengacungkan pistol dan penembakan dimulai. Salah satu orang berlari ke arah Hooters dengan luka tembak. Mereka mengunci kami di dalam restoran,” ungkap Malik Brunson, salah satu saksi mata dalam kejadian tersebut.

Ryen Alemon, saksi mata lainnya mengungkapkan kejadian tersebut berlangsung begitu cepat. Ia juga mengatakan mendengar beberapa suara tembakan dan langsung menunduk di tempat kejadian.

Tersangka telah diidentifikasi sebagai seorang kulit putih dan tewas di tempat kejadian. Namun Sheriff Mike Williams yang menangani kasus ini belum mengungkapkan siapa identitas pelaku penembakan tersebut.
Menurut pihak berwenang setempat, para korban peristiwa penembakan ini berusia sekitar 25 sampai 35 tahun. Korban yang luka serius memiliki beberapa luka tembak di sejumlah bagian tubuh, termasuk bagian dada.

“Pembantaian di Jacksonville adalah peringatan tragis akan ancaman yang kita hadapi dari kekerasan senjata. Tidak peduli siapa kita atau di mana kita berada. Dan kejadian ini menunjukkan ketidakmampuan negara ini untuk menjaga anak-anak kita agar tetap aman,” ungkap Gabrielle Giffords, seorang aktivis anti-kekerasan bersenjata.

Pemerintah AS pun mengatakan tengah berupaya menyelidiki dan menangani kejadian ini. Presiden Amerika Serikat, Donald Trump pun diberitakan telah mengetahui kabar penembakan ini dan telah memberikan bantuan penanganan hukum. Para penegak hukum dan agen federal pun memperketat pengawasan di wilayah Jacksonville. Gubernur Rick Scott mengatakan akan menyelidiki dan mengusut tuntas kejadian ini.(kcm/ziz)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *