Tuyul Skimming Pembobol Bank Dibekuk Polisi, Warga Rumania dan Hungaria

oleh
Barang bukti pelaku pembobolan bank dengan cara skimming yang berhasil ditangkap polisi.

GLOBALINDO.CO, JAKARTA – Pihak kepolisian akhirnya berhasil membekuk tuyul skimming pembobol bank yang beberapa waktu ini meresahkan masyarakat. Para tuyul skimming pembobol bank ini ternyata warga negara asing (WNA) berkebangsaan Rumania dan Hungaria.

Sedikitnya 4 WNA Rumania dan Hungaria pelaku skimming ini berhasil dibekuk petugas Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya. Keempat pelaku ditangkap di lokasi yang berbeda.

“Iya betul, mereka diduga melakukan pembobolan ATM dengan modus skimming di beberapa lokasi di antaranya di Yogya dan Bandung,” kata Direktur Reskrimum Polda Metro Jaya, Kombes Pol Nico Afinta, Jumat (15/3/2018).

Keempat WNA tersebut yakni CAS (WN Rumania), RK alias LM (WN Rumania), IRL (WN Rumania), dan FH (WN Hungaria).

(Baca Juga: Heboh “Tuyul Skimming” Curi Uang Nasabah BRI Kediri hingga Puluhan Juta)

Selain keempat WNA itu, tim Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya yang dipimpin AKBP Aries Supriyono dan AKP Rovan Richard Mahenu juga menangkap perempuan WNI berinisial MK (29).

Penangkapan para tuyul skimming pembobol bank ini dilakukan pada waktu dan tempat yang berbeda, yakni 3 lokasi di Tangerang yaitu di De Park Cluster Kayu Putih Blok AB6 No 3 Serpong, Bohemia Village 1 No 57 Serpong, dan Hotel Grand Serpong. Dan satu lokasi lagi di Hotel De’Max Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat.

Para pelaku diduga melakukan aksinya sejak Juli 2017. Mereka membuat alat skimmer serta perangkat pendukung lainnya untuk memindai data para nasabah.

Alat tersebut disimpan di beberapa ATM di wilayah Bali, Bandung, Yogyakarta, Tangerang, dan Jakarta. Dengan alat pemindai itu, para pelaku memindahkan data nasabah ke kartu ATM kosong, sehingga mereka dengan mudah melakukan transaksi berupa tarik tunai.

Sejumlah barang bukti disita polisi dari mereka, di antaranya 3 unit spycam, ribuan kartu ATM yang diisi data curian, puluhan kartu ATM member card, paspor dan peralatan lainnya. Saat ini polisi masih mengembangkan kasus tersebut.(dtc/ziz)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *