Ultimatum PDIP Mentahkan Gus Ipul, Muluskan Jalan Risma

oleh
Sekjen PDIP, Hasto Kristiyanto (kanan) berbincang cukup serius dengan Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini di rumah dinasnya, Jalan Walikota Mustajab, 61 Surabaya. Ikut hadir Ketua DPD PDIP Jatim Kusnadi (duduk kuri kanan dekat Hasto), Wakil Walikota Surabaya yang juga kader PDIP Whisnu Sakti Buana (kursi kiri dekat Risma) dan beberapa elit politik lain.
Sekjen PDIP, Hasto Kristiyanto (kanan) berbincang serius dengan Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini di rumah dinasnya, Jalan Walikota Mustajab, 61 Surabaya. Dalam peretemuan yang khusus membahas pencalonan di Pilgub Jatim 2018 ini, ikut hadir Ketua DPD PDIP Jatim Kusnadi (duduk kursi kanan dekat Hasto), Wakil Walikota Surabaya yang juga kader PDIP Whisnu Sakti Buana (kursi kiri dekat Risma) dan elit politik lain.

 

GLOBALINDO.CO, SURABAYA – Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) hampir dipastikan bakal mengusung kader sendiri Tri Rismaharini di Pemilihan Gubernur Jawa Timur 2018. Kepastian mengusung Risma boleh jadi hanya menunggu pengumuman resmi PDIP yang akan dilakukan pada Minggu (15/10) nanti.

Gelagat PDIP yang akan mengusung Walikota Surabaya di Pilgub Jatim 2018 itu tercermin dari sikap Ketua DPD PDIP Jatim, Kusnadi yang mengeluarkan ultimatum tegas kepada seluruh kader partai banteng moncong putih. Kusnadi memperingatkan seluruh kader PDIP agar mematuhi keputusan partai dan memenangkan kandidat yang mendapat rekomendasi resmi dari DPP Ketua Umum Megawati Soekarnoputri.

“Kalau memang itu menjadi suatu keputusan partai (rekomendasi), maka kami mempunyai kewajiban untuk melaksanakan itu,” kata Ketua DPD PDIP Jatim Kusnadi saat menemani Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto bertemu Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini di rumah dinasnya, Senin (9/10).

Jangankan menentang, Wakil Ketua DPRD Jatim ini menegaskan, bahkan seluruh kader dilarang mempertanyakan soal keputusan partai tersebut. “Sistem partai akan ditegakkan. Kalau ada pelanggaran disiplin, pasti akan ada sanksi. Ya dipecat,” ujarnya.

Pernyataan itu menjadi sinyal kuat PDIP akan mengusung Risma karena dilontarkan dalam momentum pertemuan Sekjen Hasto Kristiyanto dengan Walikota Surabaya. Kusnadi ikut mendampingi Hasto dalam pertemuan tertutup yang khusus membahas pencalonan di Pilgub Jatim.

Alasan kedua mengapa pernyataan Kusnadi tadi menjadi kode keras PDIP bakal mengusung Risma adalah karena ancaman sanksi berat bagi seluruh kader diingatkan lagi oleh Ketua DPD PDIP Jatim di tengah menguatnya isu tiket PDIP untuk Pilgub Jatim akan diberikan kepada calon incumbent, Saifullah Yusuf (Gus Ipul). Ultimatum yang didengungkan Kusnadi seperti melawan derasnya isu tersebut yang menariknya juga digelindingkan oleh sejumlah elit PDIP sendiri. (Baca: PDIP Klaim Kiai Jatim Usulkan Nama Gus Ipul Jadi Gubernur).

“Karena ini kolaborasi antara NU dan Marhaen, terus dari survei juga Gus Ipul masih tertinggi, Insya Allah kita optimistis bisa memenangkan Pilgub Jatim 2018,” kata Wakil Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Ahmad Basarah.

“Sehingga dalam hal strategi kerja sama antara nasionalis dan Islam di Jawa Timur, PDI Perjuangan akan bekerja sama dengan Nahdlatul Ulama dan PKB.”

Nah, klaim Basarah dan beberapa elit PDIP Jatim lain itulah yang mentahkan Kusnadi melalui pernyataannya.

“Kalau keputusan partai sudah A, keputusan partai sudah harus dilaksanakan, titik,” ujarnya.

Sekjen DPP PDIP Hasto Kristiyanto sebelumnya mengaku mendapat perintah dari Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri untuk meminta masukan kepada Tri Rismaharini, salah satu itemnya terkait Pilkada Jawa Timur.

“Saya meminta masukan sesuai dengan penugasan ibu Megawati kepada bu Risma. Soal masukannya seperti apa, masih dirahasiakan. Tunggu tanggal mainnya,” kata Hasto. (Baca:

Saat ditanya kenapa harus menemui langsung Risma, Hasto mengatakan dengan melakukan pertemuan secara langsung seluruh, maka ekspresi dan pesan khusus akan mudah disampaikan.

“Kalau melalui telepon kan sekarang tidak aman. Maksudnya, kalau pesan dari bu Mega disampaikan ke bu Risma melalu telepon nanti yang lainnya mendengar,” katanya.

Hasto mengatakan bahwa pertemuannya dengan Risma khusus untuk berdiskusi dan menyampaikan pesan dari Megawati. “Bu risma siap membantu apa yang menjadi gagasan besar dari bu Mega,” katanya. (Baca: Ditanya Kesiapanya Maju dalam Pilgub Jatim, Ini Jawaban Risma).

Dari pertemuan ini, muncul spekulasi bahwa PDIP akan mengusung pasangan Saifullah Yusuf (Gus Ipul)-Tri Rismaharini, Gus Ipul-Abdullah Azwar Anas araupun juga Risma-Anas. Bahkan bisa juga akan mengusung Khofifah Indar Parawansa yang juga salah satu kader terbaik NU.

Ini merupakan pertemuan kedua secara resmi antara Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto dengan Risma di Surabaya yang  menyinggung pencalonan di Pilgub Jatim. Sebelumnya, Hasto malah bersama Ketua Umum Megawati Soekarnoputri menemui Risma di Surabaya pada Minggu (10/9) lalu. 

Meski pertemuan yang pertama tidak secara khusus membahas Pilgub, namun Risma mengakui Megawati sempat menanyakan kesediaannya jika ditunjuk sebagai Cagub Jatim 2018. Jawaban Risma kala itu masih sama, tegas menolak untuk running di Pilgub Jatim. (Baca: Jadi Pemimpin Berat, Risma Lebih Pilih DKI Daripada Jatim). (bmb)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *