Undangan Kemendagri untuk ‘Komisi Perlindungan Korupsi’ Jadi Trending Topic

Inilah undangan dari Kemendagri yang ditujukan kepada KPK. Dalam undangan itu, kepanjangan KPK tertera 'Komisi Perlindungan Korupsi'.

Inilah undangan dari Kemendagri yang ditujukan kepada KPK. Dalam undangan itu, kepanjangan KPK tertera ‘Komisi Perlindungan Korupsi’.

GLOBALINDO.CO, JAKARTA – Insiden memalukan mengemuka di Kementerian Dalam Negeri ketika salah satu undangan yang dikirim ternyata salah ketik ejaan kepanjangan untuk KPK yakni ‘Komisi Perlindungan Korupsi’. Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo pun kontan berekasi melalui akun twitter pribadinya, karena  gambarundangan ini langsung mejadi viral di media sosial.

Bahkan, undangan salah ketik yang memalukan ini sempat menjadi trending topic di Twitter, Kamis (9/6). Sudah tiga jam bertengger populer di Twitter. Hingga pukul 16.27 WIB, hastag ‘Komisi Perlindungan Korupsi’ menempati peringkat kelima dari 10 TTI.

Mendagri pun menanggapi lewat akun ‏@tjahjo_kumolo. Disebutkan Tjahjo, undangan yang keliru itu murni kesalahan staf outsource bernama Adi Feri yang diperbantukan untuk mengetik undangan.

Tjahjo mengakui insiden ini membuat malu lembaganya.  Apalagi, menurutnya, selama ini pengetikan alamat dan nama penerima tidak pernah salah.

“Insiden tersebut membuat malu lembaga (Kemendagri). #InsidenSurat.,” kicau Tjahjo, Kamis (9/6).

Tjahjo menuding ada pihak yang sengaja menyabotase pengetikan undangan itu untuk mempermalukan kementeriannya.

“Insiden salah ketik surat Kemendagri “Komisi Perlindungan Korupsi”, ini merupakan sabotase di dalam Kementrian. #InsidenSurat,”.

 “Baru semalam saya mencari tahu langsung kebenarannya, dan benar ada sabotase dr dalam. #InsidenSurat,” kata Tjahjo.

Karena itu, menteri asal PDI Perjuangan ini pun langsung memerintahkan Sekjen dan Dirjen Politik Kemendagri segera memecat secara tidak hormat staf yang bertugas mengetik undangan untuk KPK itu.

 Tindakan pemecatan tersebut sbg efek jera, jangan sampai ada staf Kemendagri yg main-main sabotase spt itu. #InsidenSurat.,” tulis Tjahjo.

Namun setelah dilakukan pemeriksaan intenal, tak ditemukan bukti kuat adanya unsur sabotase atau kesengajaan. Tim pemeriksa menyimpulkan kesalahan itu murni karena kesalahan (human error) dari staf bernama Adi Ari.

Apalagi dari sisi akademik yang bersangkutan merupakan lulusan SMA. Namun begitu, yang bersangkutan tetap dipecat.

Tak lupa dalam cuitannya, Mendagri pun menyampaikan permohoanan ,maaf atas insiden salah ketik tersebut.

Kemendagri hari ini minta maaf secara resmi tertulis kpd Pimpinan KPK. #InsidenSurat”.