Universitas Oxford Cabut Gelar Kehormatan Aung San Suu Kyi

oleh
Aung San Suu Kyi saat menerima penghargaan dari Universitas Oxford, Inggris.

GLOBALINDO.CO, LONDON – Pananganan yang lamban atas aksi kekerasan di Rakhine, Myanmar yang menimpa warga Rohingya berimbas pada kewibawaan pemimpinnya, Aung San Suu Kyi. Kalangan internasional mulai memalingkan muka dan membatalkan sejumlah gelar yang sempat diberikan kepada Aung San Suu Kyi. Salah satunya dilakukan oleh Universitas Oxford dan seluruh warga Oxford, Inggris.

“Ketika Aung San Suu Kyi diberi penghargaan Freedom of the City pada 1997, itu karena dia mencerminkan nilai toleransi dan internasionalisme Oxford. Hari ini kami telah mengambil langkah yang belum pernah terjadi sebelumnya untuk melepaskan kehormatan tertinggi kota karena kelambanannya dalam menghadapi penindasan populasi minoritas Rohingya,” kata dewan kota Oxford dalam sebuah pernyataan seperti dilansir AFP, Rabu (29/11/2017).

(Baca Juga: Amerika Tuding Myanmar Lakukan Pembersihan Etnis Rohingya di Rakhine)

“Reputasi kami ternoda dengan menghormati orang-orang yang menutup mata terhadap kekerasan,” tambah pernyataan tersebut yang diterbitkan setelah mendapat suara bulat.

Universitas Oxford yang terkenal di dunia juga memindahkan potret Suu Kyi yang pernah belajar di sana dari dindingnya pada September.

Mendiang suami Suu Kyi, Michael Aris merupakan dosen sejarah Asia di universitas itu. Suu Kyi dan suaminya juga tinggal dan membesarkan kedua anak lelaki mereka di kota itu.

Peraih Hadiah Nobel Perdamaian itu menjadi sasaran kritik karena tidak berbicara untuk membela minoritas muslim Rohingya.

Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyatakan lebih dari 620.000 warga Rohingya telah melarikan diri ke Bangladesh sejak Agustus dan sekarang tinggal di kamp pengungsi terbesar di dunia setelah tindakan keras militer di Myanmar yang disebut PBB dan Washington sebagai pembersihan etnis.(ara/ziz)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *