Upacara HJKS ke-723 Tampilkan Nuansa Berbeda

No comment 356 views
Upacara peringatan HJKS ke-723 besok akan kental dengan nuansa Suroboyo-an. Salah satu yang paling menonjol adalah bunyi musik gamelan dan kendang ala ludruk Suroboyo-an yang dimainkan oleh siswa-siswi dari SMK 12.

Upacara peringatan HJKS ke-723 besok akan kental dengan nuansa Suroboyo-an. Salah satu yang paling menonjol adalah bunyi musik gamelan dan kendang ala ludruk Suroboyo-an yang dimainkan oleh siswa-siswi dari SMK 12.

GLOBALINDO.CO, SURABAYA – Nuansa berbeda bakal ditampilkan dalam upacara peringatan Hari Jadi Kota Surabaya (HJKS) ke-723. Kali ini akan kental dengan nuansa Suroboyo-an.

Rasa Suroboyo itu sangat terasa saat sesi gladi resik pada Senin (30/5/2016) pagi. Salah satu yang paling menonjol adalah bunyi musik gamelan dan kendang ala ludruk Suroboyo-an.

Untuk setiap pergantian bagian sesi acara upacara misalnya, terdengar lebih akrab di telinga dengan alunan musik khas Suroboyo yang dimainkan siswa-siswi SMK Negeri 12 Surabaya. Semisal ketika sesi Wali Kota Surabaya selaku inspektur upacara (Irup) memasuki lokasi upacara.

“Pokok ‘e upacara HJKS kali ini nuansa nya Jawa Timuran, Suroboyo-an” ujar Kepala Bakesbang Linmas, Soemarno yang menjadi koordinator gladi resik upacara.

Satu lagi yang baru adalah adanya sesi potong tumpeng. Soemarno menjelaskan, mantinya di bagian akhir upacara, tumpeng setinggi 2,73 meter akan dibawa ke tengah lokasi upacara, lalu dipotong oleh wali kota.

“Ketika tumpeng dibawa, akan diringi oleh musik karawitan plus vokal dari siswa-siswi SMK 12,” terangnya.

Kepala Bidang Pemerintahan dan Otonomi Daerah Kota Surabaya, Eddy Christijanto menyebut suasana upacara HJKS ke-723 ini akan tetap berlangsung formal karena tetap ada penghormatan bendera merah putih.

“Ini bu wali langsung yang minta. Intinya kami ingin memunculkan suasana Surabaya tempo dulu melalui seni dan musik tradisional,” ujarnya.

Kepala Bagian Humas Kota Surabaya, Muhamad Fikser mengatakan, upacara HJKS ke-723 kali ini memang akan sangat kental dengan nuansa Surabaya. Selain alunan musik, para peserta upacara juga akan mengenakan pakaian khas Surabaya.

Tidak hanya itu, setelah selesai upacara, juga akan dilanjutkan dengan pesta rakyat untuk warga Surabaya.

“Nantinya Pesta Rakyat akan menyajikan kuliner-kuliner khas Suroboyo. Pokoknya semua khas Suroboyo,” ujarnya.(bmb/gbi)