Usai Bandara Miangas, Jokowi Sasar Pembangunan di Entikong

Presiden Joko Widodo didampingi Sekretaris Engara, Pratikno dan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi di sela acara peresmian peresmian Bandar Udara Miangas di Kabupaten Talaud, Sulawesi Utara, Rabu (19/10).

Presiden Joko Widodo didampingi Sekretaris Engara, Pratikno dan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi di sela acara peresmian Bandar Udara Miangas di Kabupaten Talaud, Sulawesi Utara, Rabu (19/10).

GLOBALINDO.CO, MIANGAS – Presiden Joko Widodo (Jokowi) terus menggarap  pembangunan dan pengembangan wilayah terluar Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Setelah Papua dan Miangas, Jokowi akan beranjak ke Entikong di Kalimantan Barat yang menjadi perbatasan darat wilayah RI dengan Malaysia.

Menurut Jokowi, daerah perbatasan harus menjadi prioritas pembangunan mengingat wilayah-wilayah itu merupakan beranda RI yang berbatasan langsung dengan negara jiran.

“Kami akan menjadikan daerah perbatasan sebagai beranda bangsa Indonesia, bukan lagi halaman belakang,” tegas Jokowi dalam acara peresmian Bandar Udara Miangas di Kabupaten Talaud, Sulawesi Utara, Rabu (19/10).

Jokowi menjelaskan, pemerintah akan terus membangun daerah-daerah perbatasan. Terutama untuk prasarana dan pelayanan publik.

“Akhir tahun ini, akan diresmikan pos lintas perbatasan Indonesia dengan Timor Leste di Nusa Tenggara Timor, yakni di Motaain. Juga di Entikong, perbatasan Indonesia dengan Malaysia,” tuturnya.

Presiden menilai, dua daerah tersebut sudah berpuluh tahun tidak pernah diperhatikan. “Oleh karena itu, kita akan bangun Indonesia dari pinggiran, juga dari perbatasan,” ucapnya.

Sekadar informasi, pembangunan pos perbatasan di Motaain merupakan kerja dari Kementerian Pekerjaan Umum. Pos perbatasan yang dibangun pada 2016 ini rencananya akan diresmikan Jokowi pada 13 Desember 2016.

Adapun pembangunan Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Entikong, Kalimantan Barat, ditargetkan akan selesai pada Desember 2016. Sehingga bisa beroperasi pada 1 Januari 2016.

Bangunan pos dpastikan akan lebih bagus dan megah dibandingkan milik Malaysia. Sebab PLBN ini hanya terpaut beberapa ratus meter dari Pos Imigresen Malaysia. PLBN Entikong akan memiliki luas lahan mencapai 8 hektar dan luas bangunan 19.493 meter persegi.

Untuk Bandara  Miangas, Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi sudah menerima instruksi langsung dari Presiden. Karena itulah, kementeriannya berencana untuk menambah runway Bandar Udara Miangas di Kabupaten Talaud, Sulawesi Utara menjadi 1.600 meter dari saat ini 1.400 meter.

Dengan demikian, pesawat jenis Hercules bisa mendarat. Terutama untuk kepentingan pertahanan keamanan, bantuan logistik dan situasi darurat. Menurut dia, penambahan runway ini sebagai kerja sama Kementerian Perhubungan dengan TNI.

“Kami akan menggunakan anggaran 2017 untuk menambah runway di Miangas. Besarannya antara Rp 55 miliar-Rp 100 miliar. Tahun ini akan kami rencakanan penambahannya,” ujar dia, sesaat sebelum peresmian Bandar Udara Miangas oleh Presiden Jokowi, Rabu (19/10).

Menhub berterima kasih kepada Wings Air sebagai maskapai penerbangan yang akan menerbangi rute Melonguane – Miangas dan Manado – Miangas pada pekan depan. Ia berharap penerbangan Wings Air bisa rutin.

“Penerbangannya akan menggunakan pesawat ATR 72 dengan kapasitas 70 penumpang. Untuk harga tiket belum ada informasi,” katanya. Ia juga ingin penerbangan perintis juga rutin datang ke pulau ini, minimal dua kali seminggu. (kc/gbi)