Usut Carut Marut Pembukuan Tanah di Medokan Ayu, Pemkot Gandeng Polrestabes

oleh
Asisten I Sekkota Surabaya, Yayuk Eko Agustin saat menggelar Inspeksi Mendadak ke Taman Bungkul.

GLOBALINDO.CO, SURABAYA – Carut marut hak penguasaan tanah di kelurahan Medokan Ayu mendapat perhatian serius dari Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya. Pemerintah kota memutuskan menggandeng Polrestabes Surabaya, untuk menyelesaikan masalah tersebut.

Asisten I Sekkota (bidang pemerintahan) Yayuk Eko Agustin menuturkan, sengketa lahan yang terjadi di Kelurahan Medokan Ayu bermula dari salah satu warga yang mengurus surat riwayat tanah. Dari sana kemudian diketahui jika objek yang diajukan pengurusan ternyata tidak terdaftar di buku kelurahan.

“Dalam data asli kepemilikan hak atas tanah warga yang tercatat di buku Kelurahan Medokan Ayu juga tidak ada,” jelas Yayuk Eko Agustin, Rabu (4/10/2017).

Masalah semakin rumit ketika ada buku salinan hak atas tanah yang jumlahnya mencapai 5 buku. Anehnya, data dari ke lima buku tersebut tidak ada yang sama. Termasuk buku asli yang dimiliki oleh Kelurahan Medokan Ayu.

Padahal dalam buku asli yang ada di Kelurahan Medokan Ayu masih bersih. Hanya ada catatan perubahan pada langsiran tahun 1974 yang ditulis dengan tinta merah,” jelasnya.

Untuk mengantisipasi timbulnya unsur pidana yang akan menimpa lurah Medokan Ayu, menurut Yayuk, Pemkot Surabaya akhirnya melaporkan masalah ini kepada Polrestabes Surabaya. Langkah itu juga dijadikan sarana untuk meminta petunjuk jalan keluarnya.

“Kami melaporkan masalah ini ke pihak kepolisian, agar kasus ini bisa ditangani oleh penegak hukum,” ujar Yayuk.

Tujuan lain dibawahnya kasus ini ke Polrestabes Surabaya adalah membedah carut marut pembukuan status tanah yang ada di Kelurahan Medokan Ayu. Harapanya, ke depan pemberian surat riwayat tanah kepada warga nantinya , bisa sesuai dengan kepemilikan yang sah.

“Kita ingin membedah kasus ini hingga tuntas,” cetusnya.

Mantan Kepala Badan Kepegawaian dan Diklat (BKD) ini mengungkapkan, kasus yang paling krusial terjadi kepada persil 100 di Kelurahan Medokan Ayu. Di sana ada tanah yang dimiliki tiga orang berbeda.

“Bukan hanya terjadi kepada persil 100, tetapi di persil 25 Medokan Ayu juga terjadi hal serupa,” tandas Yayuk Eko Agustin.

Sebelumnya, Kepala Inspektorat Pemkot Surabaya, Sigit Sugiharsono menjelaskan, permasalahan perizinan pertanahan di Kelurahan Medokan Ayu memang rawan permasalahan. Sigit mengatakan telah menindaklanjuti perintah dari Wali Kota Surabaya untuk melakukan pemeriksaan di lokasi.

“Setelah kami cek memang ruwet. Karena itu kami merekom untuk melapor ke polisi. Sebelumnya juga ada lurah yang mundur. Ketika saya cek ternyata banyak masalah tanah yang tidak terselesaikan,” ujar Sigit. (bmb/gbi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *