Utang Luar Negeri RI Akhir 2017 Rp 4.752 triliun, Tumbuh 10 Persen

oleh

GLOBALINDO.CO, JAKARTA РUtang Luar Negeri (ULN) Indonesia (pemerintah dan swasta) pada triwulan IV-2017 tumbuh 10,1% (yoy) sebesar 352,2 miliar USD atau setara Rp 4.752 triliun. Pertumbuhan utang ini terjadi baik di sektor publik maupun swasta yang sejalan dengan kebutuhan pembiayaan untuk pembangunan infrastruktur dan kegiatan produktif lainnya.

Bank Indonesia memandang perkembangan ULN pada triwulan IV 2017 masih terkendali. Rasio ULN Indonesia terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) pada akhir triwulan IV-2017 tercatat stabil di kisaran 34%.

Selain itu, rasio utang jangka pendek terhadap total ULN juga relatif stabil di kisaran 13%. Kedua rasio ULN tersebut masih lebih baik dibandingkan dengan beberapa negara peers.

Berdasarkan jangka waktu, struktur ULN Indonesia pada akhir triwulan IV-2017 terbilang aman. ULN tetap didominasi ULN berjangka panjang yang memiliki pangsa 86,1% dari total ULN dan pada akhir triwulan IV 2017 tumbuh 8,5% (yoy). Sementara itu, ULN berjangka pendek tumbuh 20,7% (yoy).

Menurut sektor ekonomi, posisi ULN swasta pada akhir triwulan IV-2017 terutama dimiliki oleh sektor keuangan, industri pengolahan, listrik, gas, dan air bersih (LGA), serta pertambangan. Pangsa ULN keempat sektor tersebut terhadap total ULN swasta mencapai 76,9%, sedikit lebih rendah dibandingkan dengan pangsa pada triwulan sebelumnya sebesar 77,0%.

Pertumbuhan ULN pada sektor keuangan, sektor industri pengolahan, dan sektor LGA meningkat dibandingkan dengan triwulan III-2017. Di sisi lain, ULN sektor pertambangan mengalami kontraksi pertumbuhan.

Bank Indonesia terus memantau perkembangan ULN dari waktu ke waktu untuk meyakinkan bahwa ULN dapat berperan secara optimal dalam mendukung pembiayaan pembangunan tanpa menimbulkan risiko yang dapat mempengaruhi stabilitas makroekonomi. (dt/mun)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *