Visi-Misi Petahana Hanya Adopsi Program Jokowi-Ahok

Pasangan Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Syaiful Hidayat diapit dua Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto (kiri) dan Wasekjen Ahmad Basarah (kanan).

Pasangan Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Syaiful Hidayat diapit dua Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto (kiri) dan Wasekjen Ahmad Basarah (kanan).

GLOBALINDO.CO, JAKARTA – Tak ada terobosan besar dalam visi-misi pasangan petahana DKI Jakarta 2017, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)-Djarot Syaiful Hidayat. Visi pasangan yang diusung PDI Perjuangan, Golkar, Hanura dan NasDem itu hanya mengadopsi dan melanjutkan program Jokowi-Ahok di Pilkada 2012 lalu.

Visi-misi itulah membawa Jokowi-Ahok memimpin DKI Jakarta. Nah pada Pilkada kali ini, Ahok yang menggandeng Djarot Saiful Hidayat membawa visi-misi yang serupa.

“Intinya masih mirip, cuma kami lebih pertajam sampai program jelas. Saya ingin setiap visi bisa terukur,” kata Ahok di Balaikota, Jakarta, Rabu (5/10).

Ahok menuturkan visi-misi itu dapat diukur dari angka Indeks Pembangunan Manusia (IPM). Salah satu indikatornya adalah kota modern yang tidak terdapat rumah kumuh dan warga yang lebih manusiawi.

Saat ini, IPM warga Jakarta berada pada angka 78.9. Ahok ingin menargetkan IPM DKI Jakarta meningkat di atas 80 yang artinya setara dengan IPM kota-kota di Eropa. Untuk mencapai target itu, Ahok bakal terus memindahkan masyarakat ke rumah susun dengan berbagai fasilitas.

Fasilitas itu, kata Ahok, berupa dokter, bus, sekolah, dan operasi pasar di rumah susun. Program ini sudah dijalankan Ahok ketika menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta.

Dalam urusan birokrasi, Ahok menjelaskan kinerja PNS dinilai menggunakan Key Performance Index (KPI). Termasuk soal pendidikan, juga harus dilihat berdasarkan angka putus sekolah dan lamanya waktu bersekolah.

Ahok juga menargetkan angka inflasi DKI Jakarta berada di bawah angka nasional. Dia mengklaim pendistribusian dan harga bahan pokok sudah stabil dan berjalan dengan baik. Hal ini, tutur Ahok, yang membuat pertumbuhan ekonomi DKI Jakarta di atas angka nasional.

“Jadi semua jelas dengan angka. Jadi saya kira orang bisa nyontek lah visi-misi program kami yang terukur,” kata Ahok.

Diketahui, Ahok-Djarot menawarkan visi menjadikan Jakarta sebagai etalase kota Indonesia yang modern, tertata rapi, dan manusiawi, dan fokus pada pembangunan manusia seutuhnya dengan kepemimpinan yang bersih, transparan, dan profesional. Poin dalam visi itu dijabarkan dalam misi.

Sementara, Jokowi-Ahok lima tahun silam juga menawarkan Jakarta baru, kota modern yang tertata rapi, menjadi tempat hunian yang layak dan manusiawi, memiliki masyarakat yang berkebudayaan, dan dengan pemerintahan yang berorientasi pada pelayanan publik. Kemarin malam, visi-misi Ahok-Djarot sudah diserahkan ke Komisi Pemilihan Umum DKI Jakarta oleh Tim Pemenangan. (cni/gbi)