Voting Menang Telak, Mohammad Saleh Gantikan Irman Gusman

Mohammad Saleh (dua dari kiri) bersama anggota DPD lain kompak mengacungkan jempol usai terpilih sebagai Ketua DPD menggantikan Irman Gusman dalam votiing yang digelar Selasa (11/10).

Mohammad Saleh (dua dari kiri) bersama anggota DPD lain kompak mengacungkan jempol usai terpilih sebagai Ketua DPD menggantikan Irman Gusman dalam votiing yang digelar Selasa (11/10).

GLOBALINDO.CO, JAKARTA – Senator asal Bengkulu, Mohammad Saleh terpilih menjadi Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI menggantikan Irman Gusman. Sebanyak 59 anggota DPD memilih Saleh, unggul jauh dari pesaing terdekatnya, Parlindungan Purba yang hanya mendapatkan 21 suara.

Saleh terpilih dari 12 calon anggota DPD yang mendaftarkan diri sebagai calon ketua. Satu orang mengundurkan diri, sehingga dalam pemungutan suara (voting), Saleh terpilih dengan suara terbanyak.

“Hasil perhitungan suara dari barat memutuskan Mohammad Saleh dengan suara 59 suara. Selamat!” kata Pimpinan Sidang, Farouk Muhammad, di Gedung DPD, Jakarta, Selasa (11/10).

Di sela sidang, Saleh sempat memberikan pernyataan bahwa jabatan yang diembannya ini sebagai amanah yang berat. “Karena total suara yang diberikan pada saya. Saya berjanji untuk membangun bangsa ini,” kata Saleh.

Selanjutnya, Saleh bersama dua Wakil Ketua DPD lainnya, Farouk Muhammad dan Ratu Hemas, akan bersaing memperebutkan suara untuk ketua DPD. Selain Saleh dan Parlindungan, delapan anggota DPD yang mendaftar adalah Hardi Slamet Hood (9 suara), Syukur (7), Andi Surya (5), Instsiawati Ayus dan Nofi Chandra (masing-masing 4 suara), Hudarni Rani (3), Abdul Gafar Usman (2), serta Fachrul Razi dan Ahmad Kanedi (masing-masing 1 suara).

Irman Gugat Pencopotannya ke PN

Irman Gusman tak mau menerima dirinya dicopot dari jabatan Ketua DPD. Sebelum pemilihan penggantinya Selasa (11/10) sore tadi, Irman melayangkan gugatan ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

Kuasa Hukum Irman Gusman, Mujahid A Latief mengatakan, keputusan BK DPD yang mencopot jabatan kliennya merupakan perbuatan melawan hukum.

“Pemberhentian Pak Irman Gusman sebagai Ketua DPD oleh BK DPD telah melanggar Tatib DPD, UU MD3, dan tata acara di BK DPD,” ujar Mujahid di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (11/10).

Meskipun ketua baru DPD nantinya sudah terpilih, Mujahid memastikan proses gugatan tersebut akan tetap berjalan.

“Tentu. Proses akan tetap berjalan,” tutur Mujahid.

Mujahid mengaku baru ditunjuk Irman sebagai kuasa hukum, Senin (10/10/2016) malam. Karena terbentur waktu sidang paripurna, surat pengantar tentang gugatan Irman pun diberikan pada pimpinan DPD melalui staf Irman.

Surat pengantar tersebut pada intinya meminta pimpinan DPD untuk menunggu proses peradilan selesai. Selain itu, Penggugat juga meminta kepada majelis hakim agar status dan hak-hak Irman dinyatakan salam keadaan status quo, atau menunggu proses peradilan yang masih berjalan.

Mujahid menambahkan, sejumlah langkah hukum lain juga telah dipertimbangkan.

Di antaranya, melakukan peninjauan kembali Keputusan BK DPD dan pertimbangan untuk melaporkan pihak yang dianggap secara sengaja mengajukan pelanggaran terhadap tatib DPD dan peraturan perundang-undangan, dalam hal ini pimpinan BK DPD.

“Contohnya, dalam Tata Beracara BK DPD ada keharusan memanggil Teradu atau Terlapor dan mendengar keterangan saksi. Kalau itu tidak dilakukan berarti tidak taat hukum,” tuturnya. (kc/gbi)