Wah, Data Nasabah Bank Bakal Bisa Diakses Negara Lain

Sebentar lagi data nasabah bank bakal bisa diakses Ditjen Pajak dan otoritas negara lain.

Sebentar lagi data nasabah bank bakal bisa diakses Ditjen Pajak dan otoritas negara lain.

GLOBALINDO.CO, JAKARTA – Data nasabah bank sebentar lagi bukan rahasia milik pribadi. Bukan hanya bisa diakses Direktorat Jenderal (Ditjen) Pajak Kementerian Keuangan, bahkan otoritas negara lain pun bakal dapat membuka data nasabah perbankan.

Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Nelson Tampubolon mengatakan, untuk tahap awal, kerja sama keterbukaan data nasabah dilakukan antara Indonesia dengan Amerika Serikat (AS).

Direktorat Jenderal Pajak (Ditjen Pajak) bersama Internal Revenue Service (IRS) atau badan penerimaan pajak AS saling bertukar data informasi nasabah antar kedua negara. Bukan hanya AS, Indonesia juga bisa melakukan kerja sama dengan berbagai negara lainnya terkait pembukaan rekening tersebut, seperti Singapura.

“Jadi artinya kita minta nasabah-nasabah orang Amerika bikin surat pernyataan dia bersedia rekeningnya dibuka ke IRS,” ujar Nelson di Kementerian Keuangan, Jakarta, Senin (9/5).

Data yang bisa diakses Ditjen Pajak dan negara lain itu antara lain seperti kartu kredit dan deposito. Termasuk nasabah-nasabah asing yang punya rekening di dalam negeri.

Nelson mengatakan, keterbukaan antara negara ini diharapkan bisa meningkatkan penerimaan pajak. Ia pun menjelaskan teknis pengawasannya.

“Jadi semacam formulir saja, jadi menyerahkan ke Ditjen Pajak untuk diserahkan ke IRS,” kata Nelson.

Sebagai informasi, Indonesia telah bekerja sama dengan Amerika Serikat (AS) melalui Foreign Account Tax Compliance Act (FACTA). Melalui kerja sama ini, Ditjen Pajak bisa mengetahui data-data nasabah Indonesia yang ada di AS dan sebaliknya. (dt/gbi)