Wakil Ketua Dewan Sebut Pembangunan Gedung Baru DPRD Surabaya Mubazir

Sejumlah pekerja saat membongkar masjid yang berada di sebelah gedung DPRD Kota Surabaya.

GLOBALINDO.CO, SURABAYA – Rencana pembangunan gedung baru DPRD Kota Surabaya, mulai dikerjakan. Sebagai langkah awal, masjid yang berada di sebelah selatan gedung lama hari ini, Senin (23/10/2017) mulai dibongkar.

Pantau di lokasi, beberapa pekerja mulai membongkar atap gedung masjid yang sehari-hari digunakan tempat beribadah anggota DPRD, petugas sekwan dan juga pengunjung dari komplek Balai Pemuda.

Sayangnya, pembongkaran gedung masjid tersebut tidak diiringi dengan penyediaan alternatif tempat beribadah selama proses pembangunan gedung berlangsung. Keluhan itu disampaikan Wakil Ketua DPRD Kota Surabaya, Dharmawan.

Menurut Dharmawan, masjid yang berada di samping gedung dewan selama ini fungsinya cukup krusial. Mestinya, pemerintah kota menyediakan lokasi alternatif jika memang mulai dibongkar.

“Pemkot mestinya menyediakan lokasi alternatif. Kalau salat, Jumatan terutama, kan bingung juga,” kritik Dharmawan.

Tidak hanya itu, dia juga memprotes belum diserahkanya desain bangunan gedung yang direncanakan dibangun 8 lantai tersebut. Padahal, sebagai sesama pemangku kekuasaan di daerah anggota legislatif mestinya diajak bicara.

“Pemkot belum pernah memberikan desain. Tahunya saat penganggaran saja. Kalau masalah desainnya seperti apa, akan ada apa saja di gedung tinggi itu nantinya, kami belum pernah diajak bicara khusus,” jelasnya.

Berdasarkan informasi yang diperoleh, untuk lantai satu nantinya akan dijadikan ruang khusus fraksi. Menurutnya, rencana tersebut kurang tepat. Mengingat dalam satu fraksi ada yang hanya terdiri lima orang.

“Nah kalau begini kan ya mubazir, kurang manfaat,” kata Aden, sapaannya.

Sementara itu Kepala Dinas Perumahan Rakyat Kawasan Permukiman Cipta Karya dan Tata Ruang Kota Surabaya Eri Cahyadi mengatakan pembangunan gedung dewan akan segera dimulai.

“Bulan November kami sudah mulai fisik. Pemenang lelang sudah ada, sekarang masih proses untuk pembongkarang masjid,” ucap Eri.

Pembangunan gedung DPRD akan dilakukan dalam dua tahun 2017-2018 dengan anggaran Rp 55 miliar. Fasilitas yang disediakan akan beragam. Mulai gedung fraksi yang lebih luas, penambahan ruang komisi hingga penambahan ruang tunggu untuk warga. (bmb/gbi)