Wali Murid di Surabaya Desak Mendikbud Batalkan PPDB Sistem Zonasi

oleh
Para wali murid saat menggelar aksi di depan gedung Grahadi.

GLOBALINDO.CO, SURABAYA – Ratusan wali murid yang tergabung dalam Komunitas Orang Tua Peduli Anak SMP Se-Surabaya (KOMPAK) meminta agar kebijakan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) sistem zonasi yang dikeluarkan oleh Mendikbud dibatalkan.

Kordinator demonstrasi Amir Pase, menilai kebijakan zonasi yang diterapkan Mendikbud sangat merugikan siswa berprestasi karena tidak bisa mendaftar ke sekolah negeri akibat jarak zonasi tersebut.

“Kita meminta menteri membatalkan zonasi, karena ini sangat merugikan anak-anak yang berpestasi kalau seperti ini,” ujar Amir Pase.

Menurut Amir Pase, anak-anak sudah berjuang sangat keras untuk mendapatkan nilai terbaik saat ujian. Sayangnya, perjuangan para siswa tersebut seakan tidak dihargai dengan keberadaan PPDB sistem zonasi.

“Prestasi mereka itu tidak berarti kalau zonasi ini diberlakukan”, kecamnya.

Amir Pase menambahkan, kebijakan zonasi sangat belum matang dan tidak melibatkan partisipasi masyarakat meski dengan alasan pemerataan pendidikan untuk semua kalangan.

Meski memiliki tujuan yang baik, Amir Pase menyebut bangsa ini belum siap untuk persoalan pemerataan. Apalagi, kebijakan itu diterapkan tanpa ada sosialisasi terlebih dahulu.

“Seharusnya ada sosialisasi setahun atau dua tahun. Ini ngga, spontan dia (Mendikbud) putuskan seperti itu. Itu kan saya bilang Menteri salah resep,” tambahnya.

Dalam orasinya KOMPAK juga meminta Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa, menolak kebijakan zonasi yang merugikan banyak anak.

Sementara salah satu wali murid, Hari Gustopo juga mendukung PPDB sistem zonasi dihapus. Menurutnya, anaknya sampai saat ini belum mendaftar karena tidak ada sekolah yang menerimanya.

“Anak saya yang SD NEMnya bagus, yang saya sesalkan anak saya SD ini nilainya 288. Daftar ke SMP negeri kawasan tidak masuk, ternyata di reguler hanya berapa meter yang diterima,” sesaknya. (bmb/gbi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.