Wanita Penjaja Seks Via Broadcast WA Divonis Satu Tahun

oleh
Fitria Tanjung, wanita 24 tahun asal Surakarta yang digerebek tim Polrestabes Surabaya saat pesta seks dengan pelanggannya di Hotel Grand, Surabaya divonis 1 tahun penjara karena terbukti menjajakan temannya, Ria Dwi Kuntari.

GLOBALINDO.CO, SURABAYA – Fitria Tanjung (24), terdakwa penjaja layanan seks via media sosial tak menunjukkan raut muka sedih saat menghadapi sidang vonis perkaranya di Pengadilan Negeri Surabaya, Senin (30/7). Pasalnya, wanita asal Surakarta, Jawa Tengah, ini hanya divonis satu tahun penjara

Putusan tersebut lebih ringan dari tuntutan jaksa penuntut umum (JPU) I Gusti Putu Karmawan, yang sebelumnya menuntut terdakwa dengan hukuman dua tahun dan denda 5 juta subsider dua bulan.

Dalam sidang putusan yang dibacakan Ketua Majelis Dwi Winarko, hal-hal yang meringankan terdakwa sebelumnya tidak pernah dihukum. Hal-hal yang memberatkan terdakwa berbelit-belit saat memeberikan keterangan.

Perlu diketahui, perkara ini berawal pada hari Kamis 8 Februari 2018 sekitar pukul 15,40 WIB. Pada saat itu terdakwa Fitria Tanjung bersama temanya Ria Dwi Kuntari yang sama-sama berasal dari Surakarta awalnya mengaku datang ke Surabaya hanya untuk liburan .

Sesampainya di Surabaya, kedua wanita ini menyewa kamar 226 Hotel Grand, kawasan Jalan Pemuda Surabaya. Dikamar itulah keduanya sepakat menawarkan layanan seks melalui Broadcast dengan tarif sekali kencan Rp 1 juta/jam untuk satu orang.

Broadcast yang disebar terdakwa lantas mendapat tanggapan dari seorang pelanggan Roby. Lelaki hidung belang ini kemudian Roby meminta kedua foto wanita yang akan melayani nafsu syahwatnya.

Setelah memperoleh foto mereka, Roby pun tak segan mentransfer duit Rp 450 ribu sebagai dp tanda jadi. Sementara sisa pembayaran akan diberikan usai layanan esek-esek diberikan oleh Fitria dan Ria.

Mereka pun membuat janji bertemu di Hotel Grand. Dalam pertemuan tu, Roby mendapat layanan seks pertama dari Fitria. Sementara Ria Dwi Kuntari menunggu giliran sembari duduk di Sofa.

Setelah pergumulan dengan Fitria, saksi Roby kemudian mendapat layanan pemuas libido dari Ria Dwi Kuntari.

Namun naas, pada ronde kedua waktu giliran Ria baru saja dimulai tiba-tiba tim anggota Polisi dari Polrestabes Surabaya yang sudah sejak tadi memata-matai langsung mengetuk pintu kamar.

Tanpa perlawanan, ketiganya langsung dicokok dan dibawa ke Mapolrestabes untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Dalam pemeriksaan tersebut petugas menemukan alat bukti berupa (1) satu lembar slip bukti trasfer pembayaran booking Hotel Grend ke PT Trinusa Traveli, dua buah kondom merk Fiesta, satu buah HP merk Infinix, dan uang tunai sebesar Rp 450 ribu.

Akibat perbuatannya terdakwa dijerat JPU sebagaimana dalam dakwaan kesatu yakni melanggar pasal 2 Undang Undang RI No.21 tahun 2007 tentang PTPPO.

Atas putusan tersebut, terdakwa yang didampingi tim kuasa hukumnya menyatakan terima dan sambil tersenyum lebar terdakwa mengatakan, Saya terima putusan ini pak Hakim, hingga Majelis Hakim mengetukkan palunya pertanda telah berakhirnya persidangan. (ady)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *