Warga Luar Batang Tantang Ahok Gusur Terbitkan Surat Penggusuran

GLOBALINDO.CO, JAKARTA – Warga Kampung Luar Batang, Penjaringan, Jakarta Utara terus melakukan perlawanan terhadap rencana Pemerintah Provinsi DKI menggusur tempat tinggal mereka. Warga bahkan menantang Gubernur DKI, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) segera menerbitkan surat perintah penggusuran.

“Kami menantang Ahok untuk mengeluarkan surat penggusuran, bukan surat pemberitahuan,” ujar pengurus Masjid Luar Batang, Faisal.

Ratusan warga memadati area parkir Masjid Luar Batang, Rabu (20/4) siang tadi. Mereka berkumpul untuk membahas surat pemberitahuan penertiban yang telah diedarkan Pemerintah Kota Jakarta Utara.

Dalam pertemuan tersebut, warga memutuskan untuk menolak penertiban yang akan dilakukan Pemkot Jakarta Utara. Sebab, warga menganggap Kampung Luar Batang sebagai kampung bersejarah yang harus dijaga.

Faisal mengingatkan bahwa Kampung Luar Batang sudah berdiri hingga ratusan tahun.”Sebelum ada Pluit dan Pantai Mutiara, kampung kami sudah ada,” katanya.

“Jadi kami sepakat bila ada penzaliman, kami akan bangkit melawan,” sambung Faisal.

Dalam pertemuan tersebut, hadir pula aktivis Ratna Sarumpaet dan politisi Gerindra, Habiburrokhman. Namun, tak tampak kuasa hukum Kampung Luar Batang, Yusril Ihza Mahendra, dalam pertemuan itu.

Sebelumnya memang, Gubernur Ahok  akan menggusur permukiman warga di Luar Batang, Penjaringan, Jakarta Utara, pada Mei 2016. Saat itu, unit-unit rumah susun sederhana sewa (rusunawa) di Pulogebang, Jakarta Timur, sudah siap untuk menampung warga dari Luar Batang.

“Kita kan memang tunggu rusun siap. Orang kan tanya sama saya, kapan Bapak menstop penertiban? (Saya jawab) kalau rusunnya belum siap ya stop, tapi Mei ini rusunnya siap,” kata Ahok di Balai Kota, Rabu (20/4).

Ia mengatakan, dirinya sudah menaati permintaan DPRD DKI yang memintanya menunda penggusuran Luar Batang. “Memang (ditunda) sampai rusun siap. Kan saya bilang berkali-kali, Mei ini rusun siap,” kata Ahok.

Menyusul rencana Ahok tersebut, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengedarkan surat pemberitahuan terkait penertiban di kawasan Luar Batang, Penjaringan, Jakarta Utara. Surat yang ditandatangani Camat Penjaringan Abdul Khalit diedarkan kepada warga di RW 1, RW 2, RW 3, dan RW 4 di Luar Batang pada Kamis (24/3/2016).

Dalam surat tersebut, Pemprov DKI Jakarta berencana merevitalisasi kawasan wisata Sunda Kelapa dan Museum Bahari. Sejauh ini, baru Pasar Ikan di RW 4 yang sudah dilakukan penertiban pada Senin (11/4). (kc/gbi)