Warga Menolak, Pansus Perubahan Nama Jalan Pilih Hati-Hati

oleh
Ketua Pansus Perubahan nama jalan DPRD Surabaya, Fatchul Muid.

GLOBALINDO.CO, SURABAYA – Rencana perubahan dua nama jalan di Surabaya, Jalan Dinoyo dan Gunungsari menemui jalan buntu. Fakta tersebut terungkap dalam hearing yang digelar di Komisi D DPRD Surabaya hari ini, Rabu (25/7/2018).

Ketua Panitia Khusus (Pansus) Rakerda perubahan nAma jalan DPRD Kota Surabaya, Fatchul Muid menuturkan sejumlah warga Gunungsari secara tegas menolak rencana perubahan nama jalan tersebut.

“Menurut mereka, rekonsiliasi seharusnya tidak dengan lantas menghilangkan sejarah,” kata Muid seusai dengar pendapat.

Namun pendapat berbeda disampaikan sejumlah akademisi saat diundang oleh pansus. Secara tegas mereka setuju jika perubahan nama jalan itu dilakukan dengan tujuan rekonsiliasi budaya.

“Mereka sangat setuju karena tujuannya demi rekonsiliasi budaya,” ujarnya.

Terkait adanya pro dan kontra itu, anggota Komisi D ini mengaku akan mendengar setiap masukan yang didapat. Tujuannya, pansus memiliki dasar yang kuat ketika nanti mengambil kebijakan.

“Setiap pendapat kita dengar. Kita ingin memiliki dasar yang kuat ketika menerima atau menolak rencana perubahan nama jalan ini,” tegas politisi dari Nasdem ini.

Sementara terkait deadline pembahasan oleh pansus, Muid mengaku sebelum tanggal 17 Agustus harus sudah selesai. Sebab baik Pemprop Jatim maupun Pemkot Surabaya, sepakat menjadikan perubahan nama jalan sebagai hadiah kemerdekaan.

“Besok kita juga akan mengundang pakar tata kota dari ITS Johan Silas. Kita ingin mendengar pendapat dari seluruh elemen masyarakat di kota pahlawan,” ungkapnya.

Ditemui terpisah, salah satu warga Gunungsari, Supriadi dirinya bersama warga terdampak akan tetap teguh untuk menolak adanya pengubahan nama jalan.

“Saya sampai mati pun akan menolak,” tandas Supriadi.

Bahkan, meski telah dijamin berbagai kemudahan pengubahan administrasi oleh Pemkot maupun Pemprov bagi warga terdampak, Supriadi bersama warga mengaku tidak percaya.

“Kami tidak yakin bahwa berbagai kemudahan itu akan benar-benar ada. Kami tidak ingin dibohongi,” kata warga RT 5 RW 8 ini. (bmb/gbi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *