Waspada, Isu Agama Masih Jadi Senjata Politik di Pilkada 2018

by
Sekelompok aktivis demokrasi menyerukan perhelatan pilkada bebas isu SARA.
Sekelompok aktivis demokrasi menyerukan perhelatan pilkada bebas isu SARA.

 

GLOBALINDO.CO, JAKARTA – Isu SARA diyakini masih menjadi api pemantik paling ampuh yang bisa menyulut konflik horizontal di perhelatan Pilkada serentak 2018. Karena itu, kepolisian akan menyiapkan langkah antisipasi dan pengamanan untuk mencegah meletupnya isu SARA, khususnya menyangkut hubungan antar agama.

“Kemungkinan isu itu masih akan digunakan,” kata Kepala Divisi Humas Polri Irjen Polisi Setyo Wasisto, Jumat (15/12).

Menurut Setyo, isu ini ampuh digunakan demi memenangkan pasangan calon kepala daerah karena jumlah warga yang berpendidikan dan memiliki kematangan demokrasi di Indonesia masih kecil. Selain itu, keberadaan media sosial juga sangat berpengaruh dalam menggiring opini masyarakat.

Hal senada juga dilontarkan pengamat komunikasi politik Hendri Satrio yang memperkirakan isu suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA) akan digunakan sebagai strategi pemenangan dalam Pilkada 2018.

“Ya, karena sudah ada contohnya (Pilkada DKI Jakarta), saya yakin isu SARA akan digunakan lagi,” kata Hendri.

Ia mengatakan bahwa isu SARA masih mampu menarik perhatian pemilih karena iklim politik di Indonesia masih belum dewasa. “Selama kita belum dewasa secara politik, kita akan begitu (termakan isu SARA). Jadi, toleransi hanya di mulut saja,” katanya.

Pilkada Serentak 2018 akan dilaksanakan pada 27 Juni 2018 di 17 provinsi, 39 kota, dan 115 kabupaten. Tahapan Pilkada Serentak 2018 telah dimulai 10 bulan sebelum hari pencoblosan yakni sejak Agustus 2017. Dalam mengawal pelaksanaan Pilkada Serentak 2018, jumlah anggota Polri yang dlibatkan mencapai 171.507 orang, 36.968 anggota TNI dan 756.470 personel linmas. (ant/bmb)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *