Wawali Surabaya Optimis Proyek Fisik 2017 Selesai Tepat Waktu

Wakil Walikota Surabaya, Whisnu Sakti Buana (WS).

GLOBALINDO.CO, SURABAYA – Wakil Walikota Surabaya, Whisnu Sakti Buana, memastikan semua proyek pengerjaan fisik pada tahun 2017 akan selesai tepat waktu. Kepastian itu, disampaikan Whisnu Sakti Buana, usai mengikuti Rapat Paripurna, Kamis (23/11/2017).

Menurut Whisnu Sakti, meski waktu yang tersedia terbilang mepet pihaknya optimis semua proyek tersebut akan selesai tepat waktu. Menurut dia, setiap akhir tahun, pihaknya mengevaluasi semua proyek.

“Semua proyek kita evaluasi mulai dari yang belum selesai, tertunda atau bahkan tuntas seratus persen. Jadi tidak ada yang terlambat,” ujar Whisnu.

Optimisme yang ditunjukan Whisnu Sakti bukanya tanpa dasar. Dari tahun ke tahun serapan anggaran untuk proyek fisik selalu mengalami peningkatan. Meskipun saat ini ada sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang serapanya baru mencapai 41 persen.

Sebelumnya, Anggota Komisi C (pembangunan) DPRD Kota Surabaya, Vincensius mengeluhkan rendahnya serapan anggaran di sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Hingga memasuki bulan Nopember, ternyata masih ada OPD yang serapanya baru mencapai 50 persen.

Beberapa OPD yang serapan anggaran baru mencapai 50 persen diantaranya, Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Pemukiman, Cipta Karya dan Tata Ruang (DPRPCKTR), Dinas Perhubungan (Dishub), Dinas Kebersihan Ruang Terbuka Hijau (DKRTH) dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH).

Untuk DPRPCKTR, yang dalam Perubahan Anggaran Keuangan (PAK) APBD 2017 mendapat tambahan Rp. 903.5 miliar ternyata hingga kini baru terserap Rp. 37.6 miliar. Dari sejumlah OPD, tercatat hanya Dinas PU Bina Marga dan Pamatusan (DPUBMP) yang mengalami peningkatan.

“Jika dipersentase hanya terserap 41.6 persen,” ungkap Vincensius, waktu itu.

Tidak hanya itu, berdasarkan data yang ada di Komisi C sampai bulan Oktober serapan APBD untuk tahun 2017 ternyata juga lebih rendah jika dibandingkan dengan tahun 2016. Padahal untuk bulan yang sama pada 2016, serapan anggaran sudah mencapai 61 persen. (bmb/gbi)