Wawali Whisnu Sakti Instruksikan Dinkes Lakukan Pemetaan di Lingkungan Penderita Corona

oleh
Wakil Wali Kota Surabaya, Whisnu Sakti Buana saat sharing dengan Dinkes Surabaya terkait penanganan virus Corona.

GLOBALINDO.CO, SURABAYA – Wakil Wali Kota Surabaya, Whisnu Sakti Buana memberikan instruksi yang cukup jelas terkait penanganan virus Corona di Surabaya. Whisnu Sakti meminta Dinas Kesehatan (Dinkes) Surabaya melakukan pemetaan terhadap lingkungan penderita corona asal kota pahlawan.

Whisnu Sakti menegaskan, pemetaan ini dilakukan untuk pasien dalam pengawasan (PDP) maupun penderita. ’’Segera ditracing dimana lokasinya tinggal, terakhir berinteraksi dengan siapa, lalu dilokalisir untuk penanganan tempat tinggalnya,’’ terangnya, Minggu (22/3/2020).

Whisnu mengharapkan, begitu ada laporan warga yang diduga mengalami gejala corona dalam waktu 14 hari Dinkes Surabaya segera mencari dan melokalisir.

Ia menyatakan pola penanganan ini “lockwdown partial” hanya mengisolir wilayah tinggal penderita saja. Padahal, lingkungan tempat tinggalnya bisa ditangani dengan memanaskan sampai suhu 56 derajat celcius agar virus mati.

“Atau bisa disemprot dengan desinfektan,’’ jelas pejabat yang biasa disapa WS ini.

Lokalisir wilayah ini bertujuan untuk memfokuskan pencegahan sekaligus penanganan secara efektif. Misalnya untuk pekerja harian bisa disuport makanan oleh Pemkot.

“Saya akan berkoordinasi dengan Bu Wali mengenai ini. Ini langkah yang strategis,’’ kata alumnus ITS Surabaya.

Selain itu, penggunaan anggaran tak terduga APBD Surabaya senilai Rp 10 miliar digunakan untuk membantu penanganan ini. ’’Bisa untuk membeli tes swab juga atau penambahan produksi hand sanitizer dan desinfektan,’’ ungkap WS.

Pola penanganan tersebut mirip dengan penanganan Demam Berdarah. Terlebih dikatakan WS, Walikota Surabaya Tri Rismaharini sudah membentuk relawan penanganan dan pencegahan corona.

’’Begitu onok sing kenek gejala, langsung ditangani cepet (begitu ada yang terkena gejala, langsung ditangani cepat,Red),’’ ujar dia.

Dalam kesempatan, pria yang pernah menjabat sebagai Wakil Ketua DPRD Kota Surabaya ini juga meminta turut berperan aktif.

’’Gerakan ini harus bersama-sama dilakukan. Jadi penanganan corona tidak cenderung sporadis. Melainkan terarah,’’ pungkas pasangan Tri Rismaharini dalam Pilkada Surabaya 2015 lalu ini. (bmb/gbi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.