Wow, Fahri Hamzah Siap Jadi Jaminan Kebebasan Dahlan Iskan

Fahri Hamzah desak MKD segera proses laporannya terhadap  3 petinggi PKS yang duduk di DPR

Fahri Hamzah

GLOBALINDO.CO, JAKARTA – Wakil Ketua DPR RI, Fahri Hamzah menyatakan kesiapannya menjadi jaminan bagi penangguhan penahanan Dahlan Iskan yang ditahan terkait kasus penjualan aset BUMD Pemprov Jatim.

“Kan orangnya bukan orang yang berbahaya, bukan orang yang bisa lari, jadi tidak perlu sampai ditahan,” kata Fahri, Sabtu (29/10/2016).

Fahri Hamzah melihat Dahlan Iskan selama ini sudah banyak berkontribusi kepada negara, baik selama menjabat sebagai Direktur Utama PLN ataupun Menteri BUMN. Bahkan, Dahlan Iskan juga dinilai Fahri berkontribusi untuk memenangkan Jokowi-JK pada pemilu presiden 2014 lalu.

“Dan kalau perlu jaminan, saya karena mengerti Pak Dahlan, dari muda saya idolakan beliau sebagai wartawan senior, saya mau menjamin Pak Dahlan, karena dia enggak mungkin larilah,” tegas Fahri.

Fahri mengatakan, penahanan saat masih menjadi tersangka melanggar prinsip hukum modern. Kecuali tersangka berpotensi lari atau menghilangkan alat bukti maka penahanan tidak diperlukan.

“Ngapain nahan-nahan orang, dia punya hidupnya sendiri, kecuali kalau orang sudah dihukum (di pengadilan),” ucap Fahri.

Fahri Hamzah mengakui adanya kejanggal dalam kasus yang menjerat Dahlan Iskan. Menurut dia, tidak heran jika pada akhirnya Dahlan merasa diincar oleh penguasa.

Fahri mengaku tak heran jika Dahlan Iskan merasa diincar oleh penguasa atas kasus yang menimpanya itu.

“Cocok kata Pak Dahlan, dia diincar oleh penguasa. Karena penguasa sedang melindungi satu kelompok, lalu supaya nampak bekerja, dia menghajar kelompok lain,” kata Fahri.

Fahri lalu membandingkan kasus pelepasan aset BUMD Pemprov Jatim, PT Panca Wira Usaha (PWU), yang menjerat Dahlan, dengan kasus pembelian lahan Rumah Sakit Sumber Waras oleh Pemprov DKI Jakarta.

Menurut dia, kedua kasus itu sama-sama merupakan pelepasan aset yang menimbulkan kerugian negara.

Bahkan untuk kasus Sumber Waras, kata dia, sudah ada audit Badan Pemeriksa Keuangan yang menyatakan kerugian negara.

“Kenapa Sumber Waras yang sudah ada temuan BPK tidak diproses, sementara kasus Pak Dahlan setahu saya tidak ada temuan BPK, diproses,” ucap Fahri.

“Maka inilah jahatnya hukum kalau sudah mulai pandang bulu, bencanalah bangsa ini ke depan,” tambah politisi yang dipecat PKS itu.

Dahlan sebelumnya mengaku tidak kaget dengan penetapan dirinya sebagai tersangka dalam kasus pelepasan aset BUMD Pemprov Jatim, PT Panca Wira Usaha (PWU).

Usai penetapan, Dahlan juga langsung ditahan Kejaksaan Tinggi Jawa Timur. Menurut Dahlan, sejak awal dirinya sudah diincar penguasa.

“Saya memang sudah lama diincar penguasa,” kata Dahlan saat keluar dari ruang penyidikan di Kejaksaan Tinggi Jawa Timur menuju mobil tahanan, Kamis (27/10/2016).

Mantan Direktur Utama PT PLN (Persero) itu tidak menjelaskan siapa penguasa yang dimaksud.(kcm/ziz)