Wow, Presiden Perintahkan 800 BUMN Dijual

oleh
Presiden Joko Widodo hadir dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Kamar Dagang dan Industri (Kadin) di Hotel Ritz Carlton Jakarta, kemarin.
Presiden Joko Widodo hadir dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Kamar Dagang dan Industri (Kadin) di Hotel Ritz Carlton Jakarta, kemarin.

 

GLOBALINDO.CO, JAKARTA – Presiden Joko Widodo mengeluarkan instruksi kontroversial terkait keberadaan ratusan perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Jokowi meminta setidaknya 800 perusahaan plat merah dijual.

Instruksi residen itu mengamini usulan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia untuk melebur sedikitnya 800 anak perusahan BUMN yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia.

“Saya sudah perintahkan kemarin, yang 800 (BUMN) demerger atau dijual,” kata Presiden menutup Rakornas Kadin 2017 di Hotel Ritz Carlton, Jakarta, kemarin.

Presiden mengungkapkan, saat ini terdapat lebih dari 800 anak perusahaan BUMN dari total 118 perusahaan induk BUMN yang harus dilebur untuk efesiensi. Ia tak habis pikir dengan perusahaan milik negara yang hanya mengerjakan pekerjaan remeh. Apalagi di luar koridor perusahan pelat merah.

“Ngapain BUMN ngurusin katering, nyuci baju. Langsung saya tunjuk langsung. Saya terbiasa blakblakan seperti itu. Untuk apa gitu,” tuturnya.

Menurutnya, jumlah anak perusahaan BUMN yang ada saat ini muncul jauh sebelum dirinya menjabat orang nomor satu di Indonesia. Presiden mengaku heran kenapa hal tersebut baru dikeluhkan menjelang masa pemerintahannya berakhir.

“Tapi yang buat anak cucu cicit bukan saya, kan sudah ada dari dulu. Kenapa ngomongnya baru sekarang bapak ibu. Jangan-jangan  juga ada yang main politik,” imbuh mantan Gubernur DKI Jakarta ini.

Meski demikian, Presiden sudah memerintahkan proyek pembangunan infrastruktur di daerah digarap oleh swasta.

“Saya sudah perintahkan untuk yang berkaitan dengan BUMN yang didaerah. Diusulkan ke pengusaha-pengusaha yang ada di daerah. Pada pertemuan berikut saya minta masukan problem disetiap daerah apa,” pungkas Presiden Jokowi. (mun/gbi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *