WS Bantah Anggaran Pendidikan Surabaya Hanya 12,48 Persen

oleh
Wakil Walikota Surabaya, Whisnu Sakti B
Wakil Walikota Surabaya, Whisnu Sakti Buana.

GLOBALINDO.CO, SURABAYA – Hasil evaluasi Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jatim, yang menyebutkan anggaran pendidikan di Surabaya di bawah ketentuan undang-undang dibantah Wakil Walikota Kota Surabaya, Whisnu Sakti Buana (WS).

Menurut WS evaluasi Pemprof Jatim terhadap APBD 2016 yang menyatakan, nilai anggaran untuk fungsi pendidikan sekitar 12,48 persen, di luar alokasi gaji dan pendidikan kedinasan tidak tepat.

WS menjelaskan, alokasi anggaran pendidikan tak sepenuhnya berada di Dinas Pendidikan. Apabila anggaran pendidikan di beberapa SKPD digabungkan bisa melebihi ketentuan UU Sisdiknas.

“Evaluasi gubernur kita jawab masih menunggu keputusan MK terkait anggaran pendidikan. Karena untuk SMA/SMK itu sangat besar yagg kita anggarkan terutama untuk sarana dan prasarana,” ujar WS, Rabu (26/10/2016).

Mantan Wakil Ketua DPRD Surabaya ini menegaskan, anggaran pendidikan di Surabaya terbagi di beberapa Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD). Sebut saja untuk sarana dan praasarana di Dinas PU Cipta Karya dan Tata Ruang.

“Evaluasi gubernur itu masuk PAK (Perubahan Anggaran Keuangan) belum APBD 2017. Untuk anggaran 2017 nnti kita lihat keputusan MK nya seperti apa,” terangnya.

WS menambahkan, evaluasi gubernur yang menyebutkan alokasi anggran pendidikan di bawah UU Sisdiknas berkaitan dengan Perubahan APBD, dan belum APBD 2017.

Whisnu mengaku, pemerintah kota sudah dua kali mengirim surat ke MK guna mempertanyakan keputusan soal gugatan yang dilayangkan. Namun, lagi-lagi MK tetap meminta agar pemerintah kota tetap menunggu jawabannya.

“Kita sudah desak ke MK, agar pembahasan APBD 2017 tidak terkendala,” pungkasnya. (bmb/gbi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *