Wujudkan Pasar Masa Depan, Ini Harapan Pemkot Surabaya Untuk Direktur PD Pasar Surya

Pasar Pabean Kota Surabaya.

GLOBALINDO.CO, SURABAYA – Kondisi pasar tradisional di Surabaya yang diidentikkan kumuh, bau dan becek mendapat perhatian serius dari Kepala Bagian Administrasi Perekonomian dan Usaha Daerah Kota Surabaya, drs. Khalid.

Khalid berharap pihak manajer atau direktur PD Pasar yang baru dapat memahami tata cara pengelolaan pasar supaya transformasi pasar surabaya masa depan dapat segera terwujud.

“Calon pemimpin pasar harus mengerti banyak hal demi mewujudkan pasar Surabaya masa depan,” ujar Khalid, Kamis (21/9/2017).

Menurut Khalid, manajer atau direktur PD Pasar Surya harus menguasai manajemen aset yang baik. Selain itu mampu menghier seluruh elemen pelayan publik, dan mampu melayani masyarakat dengan baik.

“Manajer yang baru juga harus mampu bekerja berdasarkan waktu dan bisa menghier seluruh elemen pelayan publik,” tandasnya.

Terpisah, pakar Statistik Universitas Institut Teknologi Sepuluh November (ITS), Kresnayana Yahya menuturkan, keberadaan pasar tradisional tidak akan surut. Sebab, kebutuhan pasar masih sangat diperlukan.

“Ada 120 ribu usaha kecil makanan minuman yang perlu kulakan harian, belum lagi hotel, resto dan kantin (HOREKA) yang masih memerlukan pasar,” ujar Kresna.

Adapun cara agar bisa mewujudkan pasar Surabaya masa depan diantaranya, dengan membuat pasar pasar tematik yang mampu terintegrasi dengan kebutuhan wilayah perumahan, menjadikan pasar sebagai “show room” kultur, asal usul dan pertemuan kultural serta membuat pasar yang sifatnya spesifik.

“Setiap pasar yang dibangun harus memiliki ciri khas yang berbeda. Misalnya setiap pasar fokus menjual buah, sayur, daging, ayam, telur sampai kebutuhan spesifik seperti empon empon dan bahan jamu,” terangnya.

Diberitakan sebelumnya, Pemerintah Kota Surabaya berencana mentransformasi pasar tradisional yang ada di kota pahlawan. Diantaranya dengan mengundang sejumlah pakar seperti Guru Besar Fakultas Ekonomi Universitas Airlangga (UNAIR), Djoko Mursinto.

Waktu itu, Djoko Mursinto mengingatkan, sebagai pengelola pasar semestinya harus memiliki jiwa wiraswasta yang inovatif dan kreatif. Tidak hanya menjalankan apa yang tertuang dalam Tupoksinya.

“Jangan hanya menarik retribusi dan menyewakan tempat untuk berjualan saja. Tapi juga harus mampu memikirkan cara untuk bisa meramaikan pasar,” ujarnya waktu itu. (bmb/gbi)