Yorrys Protes Pencopotannya dari DPP Golkar

oleh
Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Korbid Polhukam) Yorrys Raweyai dan Ketum Setya Novanto.
Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Korbid Polhukam) Yorrys Raweyai dan Ketum Setya Novanto.

 

GLOBALINDO.CO, JAKARTA – Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Korbid Polhukam) Yorrys Raweyai memprotes pencopotannya. Ia mempertanyakan Surat Keputusan (SK) dari DPP yang belum dia terima.

Yorrys mengatakan, dirinya diangkat sebagai Koordinator bidang Polhukam DPP Partai Golkar secara resmi. Karena itu proses pencopotannya pun harus melalui prosedur yang berlaku dan resmi, bukan rumor.

“Tidak ada pembahasan, saya ini Korbid Polhukam lho, bukan kroco-kroco,” kata Yorrys di Senayan, Jakarta, Rabu (4/10).

Menurutnya, pencopotan Korbid Polhukam seharusnya disampaikan oleh Ketua Umum Paetai Golkar, Sekretaris Jenderal, dan Ketua Harian. Tetapi hingga saat ini, belum ada pernyataan resmi dari ketiga pihak tersebut terkait pencopotannya dari jabatan Korbid Polhukam.

Ia menilai kabar pencopotannya tak perlu ditanggapi karena bukan berasal dari pihak yang berwenang. Ia menganggap Azis tidak memiliki kapasitas untuk menyampaikan pernyataan resmi kepada publik terkait pencopotannya.

“Saya bisa anggap itu (pencopotan) hoaks. Kalau kata Ketua Harian, Nurdin, itu (pencopotan) ilegal, ini Ketua Harian yang ngomong. Terus kalau kita tanggapi kan lucu, nanti apalagi? Yang ngomongnya itu siapa dia? Kapasitasnya apa?” imbuh Yorrys.

Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar mencopot Yorrys Raweyai dari posisi Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan. Posisi Yorrys digantikan Letnan Jenderal Purnawirawan Eko Widyatmoko.

“Ya, wacana itu memang saya sudah ada tapi pergantian ini diskresi ketua umum. Nanti akan ada penjelasan resmi dari Golkar,” ujar Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat DPP Partai Golkar, Roem Kono saat dikonfirmasi, Selasa (3/10).

Hal itu juga dibenarkan Ketua DPP Partai Golkar, Aziz Samual. Menurutnya, Yorrys dicopot karena sikapnya kerap dianggap bertentangan dengan partai.

“Pergantiannya itu memang penilaian ketua umum dan pengurus DPP yang melihat arogansinya Pak Yorrys yang melebihi batas terkait partai,” ujar Aziz.

Surat keputusan pencopotan Yorrys, kata dia, sudah diteken oleh Ketua Umum Partai Golkar Setya Novanto dan Sekretaris Jenderal Idrus Marham. Azis mengatakan, hanya Yorrys yang diganti dari kepengurusan. (kc/bmb)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *