10 Aktivis Ingin Tunggangi Aksi 212 dan Desak MPR Cabut Mandat Presiden

oleh
Dari kiri: Ahmad Dhani, Ratna Sarumpaet, Rachmawati Soekarnoputri dan beberapa tokoh lain ditangkap dan ditetapkan sebagai tersangka dengan tuduhan melakukan makar.
Dari kiri: Ahmad Dhani, Ratna Sarumpaet, Rachmawati Soekarnoputri dan beberapa tokoh lain ditangkap dan ditetapkan sebagai tersangka dengan tuduhan melakukan makar.
Dari kiri: Ahmad Dhani, Ratna Sarumpaet, Rachmawati Soekarnoputri dan beberapa tokoh lain ditangkap dan ditetapkan sebagai tersangka dengan tuduhan melakukan makar.

GLOBALINDO.CO, JAKARTA – Sepuluh aktivis yang ditangkap, Jumat (2/12) diduga kuat berencana menunggangi massa aksi damai dan doa bersama 2/12 di Tugu Monas untuk menggulingkan pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla. Rencana dan aktivitas Ahmad Dhani dan Rachmawati Soekarnoputri Cs itu sudah diintai polisi sejak 3 pekan terakhir.

“Berniat mengajak dan menghasut untuk menggulingkan pemerintah yang sah, dilakukan dengan cara mengerahkan massa dengan jumlah besar dan memanfaatan momen kegatan hari ini,” kata Kadiv Humas Polri Irjen Boy Rafli Amar, Jumat (2/12).

Indikasi itu menguat dari pertemuan Ahmad Dhani, Ratna Sarumpaet dan beberapa aktivis lain di Hotel Sari Pan Pasific, Jalan Thamrin, Jakarta sejak Kamis (1/1) malam. Lokasi hotel ini hanya berjarak sekitar 1 kilometer dari Silang Monas.

Hingga pada Jumat (2/12) pagi, mereka dijemput paksa polisi di hotel tersebut tanpa perlawanan. “Iya hari ini juga,” ucap Boy.

“Yang ditangkap itu tidak berkait langsung dengan kelompok ini (Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia/GNPF-MUI), tapi ada upaya upaya memanfaatkan momen,” imbuh Boy.

Dari sepuluh aktivis yang ditangkap, delapan orang di antaranya dikenai Pasal 107 juncto Pasal 110 juncto Pasal 87 KUHP. Sementara dua orang lain dikenai pasal dalam UU ITE. (Baca: Dhani Dan Rachmawati Cs Jadi Tersangka Makar, Penahanan Tunggu 1×24 Jam).

“Untuk barang bukti sedang didalami di sana, yang jelas ini berkaitan pemufakatan jahat. Barang bukti sedang didalami di sana,” katanya.

Salah satu aktivis senior, Sri Bintang Pamungkas yang juga dijemput paksa di rumahnya secara terang-terangan telah mengirim surat resmi ke DPR dan MPR agar menggelar Sidang Istimewa untuk mendongkel Jokowi-JK.

Demikian pula dengan motivasi Rachmawati Soekarnoputri. Adik kandung Ketum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri itu disebut telah merancang demonstrasi di depan Gedung Parlemen untuk mendesak MPR mencabut mandat Presiden Jokowi.

“Iya, mencabut mandat Presiden Jokowi dan Wapres JK, membentuk pemerintahan transisi,” ujar Boy.

Pada hari ini memang, ada kelompok lain sekitar 100-an orang menggelar aksi unjuk rasa di depan Kompleks Parlemen, Jakarta.

“Ini kita mengatakan bahwa kita tidak percaya pada pemerintahan dan bermaksud meminta DPR segera melaksanakan sidang istimewa mencabut mandat Jokowi dan JK,” tandas Anggota Gerakan Nasional People Power, Mona Panggabean selaku koordinator demonstrasi. (gbi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.