15 Desa di Bojonegoro Terendam Banjir Luapan Bengawan Solo

oleh

banjir-bojonegoroGLOBALINDO.CO, BOJONEGORO - Wilayah Bojonegoro kini berstatus merah (siaga 3) terkait bencana banjir akibat luapan Bengawan Solo. Ketinggian permukaan air Bengawan Solo saat ini mencapai 15.02 phielschal.

“Air Bengawan Solo saat ini trennya naik terus. Sehingga saat ini telah dinyatakan siaga 3 atau merah. Kita berharap semoga tidak ada pasang purnama sehingga air bisa cepat ke laut,” kata Komandan Insiden Comender, Joko Lukito, Kamis (1/12/2016).

Dari laporan sementara yang diterima BPBD Bojonegoro, hingga kini sudah ada 15 desa di 5 kecamatan yang terendam banjir dengan ketinggian 40 sentimeter hingga 75 sentimeter.

Desa-desa yang sudah tergenang banjir yakni, Kecamatan Bojonegoro Kota diantaranya Desa/Kelurahan Ledok Wetan, Ledok Kulon, Klangon, Jetak, Kalirejo, Semanding, Banjarejo, Kauman, Desa Mojo Kecamatan Kalitidu, Desa Ngablak Kecamatan Dander, Desa Sranak Kecamatan trucuk, Banjarsari, Desa Bogo dan Sambiroto di Kecamatan Kapas.

Sebanyak 809 rumah warga, 1 gedung sekolah dasar, 6 gedung Taman Kanak-Kanak, 155 hektar sawah, 52 hektar pekarangan, serta 1.002 meter jalan desa telah tergenang air.

Sedangkan warga yang mengungsi mencapai 156 orang untuk di Kecamatan Bojonegoro Kota. Mereka mengungsi di tanggul Bengawan Solo dan Gedung Serba Guna yang berada di Kelurahan Ledok Wetan.

“Untuk distribusi pasokan makanan dan minuman saat ini masih cukup. Dan dapur umum juga sudah dibuka di beberapa desa yang telah tergenang banjir,” imbuh Joko Lukito.

Derasnya Banjir dilaporkan juga telah membuat cek dump di Desa Puncang Arum Kecamatan Boureno jebol. Sehingga air terus mengalir ke persawahan warga yang masih ditanami padi.(dtc/ziz)

One thought on “15 Desa di Bojonegoro Terendam Banjir Luapan Bengawan Solo

  1. Banjir merupakan peristiwa tergenang atau terbenamnya daratan karena volume air yang meningkat. Hampir seluruh negara di dunia mengalami masalah banjir, tidak terkecuali di negara-negara yang telah maju sekalipun. Penyebab banjir biasanya dikarenakan adanya curah hujan yang tinggi, permukan tanah yang lebih rendah dibandingkan permukaan laut, pemukiman yang membangun pada dataran sepanjang sungai atau kali, adanya sampah sehingga aliran sungai tidak lancar.

    Kejadian meluapnya Sungai Bengawan Solo masih merendam sejumlah kecamatan di wilayah timur Bojonegoro. Dua di antaranya adalah Kecamatan Kanor dan Baureno. Di Kecamatan Boureno ada lima desa yang semua akses jalannya terputus serta rumahnya tergenang banjir. Desa itu adalah desa Kalisari, Tanggungan, Lebaksari, Kadungrejo, dan Pucangarum. Desa desa tersebut terendam banjir karena letaknya yang ada di dataran rendah. Ketinggian air rata rata 50-70 cm.
    Semoga pemerintah setempat segera mengambil langkah yang cepat untuk melakukan dropping sembako untuk logistik serta menyediakan dapur umum di setiap desanya. Oleh karena itu marilah kita semua tetap menjaga kebersihan lingkungan hidup kita dengan cara yang efektif untuk menganggulangi ketika terjadinya banjir.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.