360.000 Akun Twitter Diblokir Gara-gara Sebarkan Paham Terorisme

oleh

ilustrasi blokir twitterGLOBALINDO.CO, SURABAYA - Sedikitnya 360.000 akun twitter diblokir lantaran menyebarkan paham terorisme. Pemblokiran dilakukan sejak pertengahan 2015 lalu.

NYTimes melansir, pengelola twitter telah berkomitmen memberantas penyebaran paham terorisme dari layanan mikroblognya. Sebanyak 235.000 akun twitter baru telah diblokir dalam kurun enam bulan terakhir.

“Dunia telah menyaksikan gelombang pembunuhan dan serangan terorisme di mana-mana. Kami ingin turut beraksi dalam mengeliminasi promosi kekerasan dan terorisme di platform kami,” kata perwakilan Twitter.

Layanan bernuansa biru itu mengklaim telah melebarkan jumlah tim yang bertugas mengamati dan melaporkan upaya sosialisasi terorisme di Twitter. Tak cuma dari sisi internal, Twitter juga bekerja sama dengan beberapa organisasi anti kekerasan.

Tahun lalu, jumlah akun yang diblokir Twitter per harinya meningkat 80 persen. Hal ini bisa bermakna dua hal: Twitter makin canggih dalam menyaring konten berbau terorisme atau aksi itu sudah terlanjur mewabah di layanannya.

Lebih lanjut, Twitter menegaskan upaya pemblokiran akun berbau terorisme dan kekerasan tak bertujuan mengerdilkan kebebasan berpendapat. Layanan tersebut berprinsip kebebasan berbicara sejatinya disesuaikan dengan hak kedamaian bagi masyarakat.

Untuk itu, selain terorisme, Twitter juga mulai menyaring konten berbau rasis, bully, diskriminasi, dan ajakan-ajakan gerakan ekstrimis lainnya.(kcm/ziz)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.