800 Pengemudi Gojek Datangi Gedung DPRD Surabaya

oleh
Para pengemudi Gojek saat mendatangi gedung DPRD Surabaya, di Jalan Yos Sudarso.
Para pengemudi Gojek saat mendatangi gedung DPRD Surabaya, di Jalan Yos Sudarso.

GLOBALINDO.CO, SURABAYA - Sekitar 800 pengemudi Gojek hari ini mendatangi gedung DPRD Surabaya. Mereka meminta anggota dewan memfasilitasi berbagai persoalan yang dihadapi para driver.

Koordinator aksi, Handoko menuturkan ada beberapa kebijakan operator Gojek pusat yang merugikan pengemudi. Diantaranya tarif perkilo meter yang diturunkan menjadi Rp 2000.

“Penumpang saja tidak protes, kenapa operator pusat justru menurunkan. Kita minta dikembalikan seperti semula,” ujar Handoko, Kamis (18/8/2016).

Selain masalah tarif, driver Gojek juga merasa dirugikan dengan suspend. Selama ini pengemudi dipimpong ketika ingin membuka suspend tersebut.

Bahkan ada beberapa pengemudi yang terpaksa menganggur karena suspend tidak kunjung dibuka. Tidak heran jika kemudian ada yang tidak menarik sampai enam bulan.

“Suspend tidak dibuka katanya menunggu keputusan pusat. Padahal di sini juga ada kantor cabang,” terangnya.

Sementara Agus Purnomo menambahkan jika driver Gojek sekarang tak ubahnya seperti sapi perah. Dimana pengemudi dipaksa begitu saja mengikuti setiap kebijakan dari pusat.

“Kalau kami tidak mengikuti biasanya langsung diputus. Ini tentu sangat merugikan kami yang ada di lapangan,” ungkap Agus.

Oleh karena itu mereka meminta agar anggota dewan bisa menekan cabang Gojek di Jalan Tidar jika nanti diundang ke DPRD. Sebab dalam beberapa pertemuan tuntutan Gojek tidak pernah direspon.

Suasana unjuk rasa Gojek sempat memanas ketika ada beberapa driver yang tidak ikut aksi. Akibatnya mereka menjadi sasaran pengemudi yang lain.

Suasana mereda ketika peserta unjuk rasa yang lain melerai. Mereka kemudian dibiarkan pergi meninggalkan depan gedung DPRD Surabaya. (bmb/gbi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.