Juni 4, 2026

Globalindo.co – Harapan Baru Indonesia & Portal Berita Terkini

Globalindo.co menyajikan berita terbaru, opini mendalam, dan informasi strategis mengenai perkembangan ekonomi, politik, dan sosial sebagai harapan baru bagi kemajuan Indonesia.

Koleksi 3 Gelar UCL, Luis Enrique Masuk Geng Pelatih Elit

Koleksi 3 Gelar UCL, Luis Enrique Masuk Geng Pelatih Elit | PARIS — Panggung megah Puskas Arena, Budapest, menjadi saksi bisu keberhasilan Paris Saint-Germain (PSG) dalam mempertahankan takhta tertinggi sepak bola Eropa. Lewat drama adu penalti yang mendebarkan, Les Parisiens sukses menumbangkan Arsenal dan keluar sebagai juara Liga Champions musim 2025/2026.

Di balik gemerlap trofi Si Kuping Besar yang kembali pulang ke Paris, ada satu nama yang paling mendapat sorotan tajam: Luis Enrique. Juru taktik asal Spanyol tersebut tidak hanya berhasil membawa timnya back-to-back juara, tetapi juga resmi mengukuhkan namanya dalam buku sejarah sepak bola dunia.

Menembus Gengsi Jajaran Pelatih Elit Dunia

koleksi-3-gelar-ucl-luis-enrique-masuk-geng-pelatih-elit

Kemenangan dramatis atas Arsenal membuat koleksi trofi Liga Champions milik Enrique kini menyentuh angka tiga. Catatan impresif ini langsung menyejajarkannya dengan barisan pelatih legendaris yang selama ini dianggap sebagai kiblat taktik sepak bola modern.

Sebelum Enrique mencapai angka ini, sejarah mencatat hanya ada sedikit manajer yang mampu mengoleksi minimal tiga gelar juara di kompetisi paling bergengsi di Eropa tersebut. Kini, nama Enrique resmi bersanding bersama para maestro lapangan hijau berikut:

  • Bob Paisley: Legenda Liverpool yang mendominasi Eropa di era akhir 70-an dan awal 80-an.

  • Zinedine Zidane: Sosok jenius yang membawa Real Madrid meraih hattrick juara yang fenomenal.

  • Pep Guardiola: Arsitek visioner yang sukses besar bersama Barcelona dan Manchester City.

  • Carlo Ancelotti: Berada di puncak daftar dengan raihan fantastis, yakni lima gelar juara.

Sebelum membawa PSG berjaya dalam dua musim terakhir (2025 dan 2026), Enrique pertama kali mencicipi manisnya gelar Liga Champions pada tahun 2015 silam saat masih menakhodai Barcelona. Reuni dirinya dengan trofi ini membuktikan bahwa racikan strateginya tidak lekang oleh waktu.

Dominasi Statistik yang Sulit Tertandingi

Kehebatan eks pelatih Timnas Spanyol ini tidak hanya diukur dari jumlah trofi yang berjejer di lemari penghargaannya. Jika menilik data statistik, Enrique bahkan melampaui para pesaingnya dalam hal efektivitas permainan.

Saat ini, ia memegang rekor sebagai pelatih dengan rasio kemenangan tertinggi dalam sejarah Liga Champions, yaitu mencapai 63,3 persen (khusus untuk manajer yang telah memimpin minimal 50 pertandingan). Angka ini menjadi bukti sahih bahwa tim yang diasuh Enrique selalu tampil menyerang, dominan, dan memiliki mentalitas pemenang yang sangat kuat.

Drama 120 Menit dan Dinginnya Sikap Sang Juru Taktik

Pertandingan final di Budapest sendiri berjalan sangat ketat. Arsenal memberikan perlawanan sengit yang membuat laga harus berlanjut hingga babak tambahan waktu setelah skor imbang 1-1 bertahan selama 120 menit.

Ketegangan mencapai puncaknya pada babak adu penalti. PSG akhirnya memastikan kemenangan dengan skor 4-3 setelah tendangan bek Arsenal, Gabriel Magalhaes, melambung jauh di atas mistar gawang. Sementara skuad The Gunners harus kembali meratapi kegagalan kedua mereka di partai puncak, kubu Paris justru larut dalam pesta pora.

“Apakah saya seorang manajer yang legendaris? Saya sama sekali tidak tertarik dengan label seperti itu,” ucap Enrique dengan nada dingin saat diwawancarai oleh BBC Sport usai laga.

Sikap membumi dan enggan jemawa ini justru semakin menegaskan kualitasnya. Bagi Enrique, fokus utamanya adalah proses di lapangan dan kemenangan tim, bukan pengakuan personal atau pujian dari media. Dengan kontrak yang masih berjalan dan ambisi PSG yang tidak pernah surut, bukan tidak mungkin Enrique akan menambah koleksi trofinya dan melompati pencapaian para mentor elit lainnya di masa depan.

Share: Facebook Twitter Linkedin

Comments are closed.