Ahok Dilaporkan ke Bareskrim karena Tuduh Massa Aksi 4 November Dibayar

oleh
Herduyansyah (kanan) didampingi kuasa huku, Habiburrokhman (kiri) melaporkan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) ke Bareskrim Polri, Kamis (17/11) karena dianggap menyebar fitnah demo bayaran pada 4 november lalu.
Herduyansyah (kanan) didampingi kuasa huku, Habiburrokhman (kiri) melaporkan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) ke Bareskrim Polri, Kamis (17/11) karena dianggap menyebar fitnah demo bayaran pada 4 november lalu.
Herduyansyah (kanan) didampingi kuasa huku, Habiburrokhman (kiri) melaporkan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) ke Bareskrim Polri, Kamis (17/11) karena dianggap menyebar fitnah demo bayaran pada 4 november lalu.

GLOBALINDO.CO, JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta nonaktif Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) kembali dilaporkan ke Bareskrim Polri, Kamis (17/11) dengan tuduhan fitnah. Pelapor mempersoalkan pernyataan Ahok yang menyebut puluhan ribu massa demonstran 4 November lalu didanai pihak tertentu.

Adalah Herdiyansyah, salah satu pesrrta aksi 4 November yang melaporkan Ahok ke Bareskrim. Iamembantah telah menerima bayaran saat Aksi 411.

“Pernyataan Ahok adalah fitnah dan penghinaan. Dia mengatakan bahwa sebagian besar Demonstran 411 dibayar Rp 500.000,” ujar Herdiansyah di Bareskrim Polri di Kantor KKP, Jalan Merdeka Timur, Gambir, Jakarta Pusat, Kamis (17/11).

Herdiansyah menantang Ahok untuk menyebutkan nama oknum yang menerima bayaran Rp 500 ribu pada saat aksi.

“Saya sama sekali tidak menerima dibilang dibayar. Saya sakit hati difitnah menerima bayaran. Kalau Ahok memang tahu, sebutkan saja siapa,” tandasnya.

Pernyataan Ahok yang dipermasalahkan Herdiyansyah termuat di laman berita mobile.abc.net.au dengan judul berita ‘Jakarta Governor Ahok Suspect in Blasphemy Case, Indonesian Police Say’. Dalam berita ini juga terdapat rekaman video pernyataan langsung Ahok.

“Ahok yang secara garis besar mengatakan ‘It’s not easy, you send more than 100.000 people, most of them if you look at the news, said they got the money 500.000 rupiahs‘ (Hal ini tidak mudah, Anda mengirim lebih dari 100 ribu orang, sebagian besar dari mereka, jika Anda melihat berita, mereka mengatakan mereka mendapat uang, Rp 500 ribu),” demikian tulisan artikel abc.net.au.

Namun, Ahok tidak mengungkapkan siapa sosok yang mendanai aksi tersebut. “Saya tidak tahu, kita tidak tahu, tapi saya percaya Presiden tahu dari intelijen, saya percaya mereka tahu,” katanya.

“Saya percaya ini adalah status quo, koruptor yang menyerang saya kembali karena saya memotong terlalu banyak korupsi di kota ini,” imbuhnya. (gbi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.