GLOBALINDO.CO, JAKARTA – Dua bakal calon Gubernur DKI Jakarta 2017, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dan Anies Baswedan telah melaporkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara ke Komisi Pemberantasan Korupsi, Kamis (29/9). Total kekayaan Ahok Rp 21.302.079.561 dan USD 3.749 jauh lebih banyak dibanding Anies yang memiliki Rp 8.616.199.642 dan USD 9.871.
Ahok telah menyetor LHKPN sebanyak 6 kali sejak tahun 2005. Dari data yang dilansir acch.kpk.go.id, Kamis (29/9), Ahok pertama kali menyetor LHKPN saat menjabat sebagai Bupati Belitung Timur tahun 2005.
Saat itu total harta kekayaan Ahok sebesar Rp 8.327.278.368 dan USD 4.173. Selama menjabat Bupati, Ahok juga melapor kekayaan pada 2006 dan 2007.
Lalu secara berkala Ahok menyetor LHKPN ketika menjabat sebagai anggota DPR RI di tahun 2009. Lalu saat menjabat sebagai Wakil Gubernur DKI Jakarta di tahun 2012. Terakhir, Ahok menyetor LHKPN sebagai Gubernur DKI Jakarta di tahun 2014.
Dalam LHKPN terakhir, total kekayaan Ahok meningkat menjadi. Harta Ahok paling banyak berupa harta tidak bergerak berjumlah 16 bidang tanah dan bangunan di Belitung Timur dan Jakarta.
Dari total harta itu, Ahok tercatat tidak memiliki harta bergerak berupa mobil maupun motor. Padahal di LHKPN ketika menjabat sebagai Bupati Belitung Timur, Ahok mencatatkan memiliki mobil Mitsubishi Kuda senilai Rp 85 juta dan Nissan X Trail senilai Rp 200 juta.
Saat menjabat Bupati Belitung Timur itu, Ahok juga memiliki aset berupa pertambangan sejumlah 50 ton pasir silika yang disebut berasal dari warisan. Namun di LHKPN terbaru, aset tersebut sudah tidak lagi dicatatkan oleh Ahok.
Sementara harta berupa logam mulia milik Ahok senilai Rp 350.000.000. Serta benda bergerak lainnya, senilai Rp 300.000.000.
Kekayaan Ahok lainnya yang besar berasal dari surat berharga senilai Rp 2.595.000.000, giro dan setara kas Rp 2.939.591.240 dan USD 3.749. Sementara itu, Ahok memiliki piutang yang berupa pinjaman uang senilai Rp 67.008.321.
Adapun bacagub dari Partai Gerindra-PKS, Anies Baswedan, memang memiliki harta Rp 8.616.199.642 dan USD 9.871. Tetapi Anies punya utang dalam bentuk pinjaman uang sebesar Rp 4.678.495.158. Sehingga jika dijumlahkan, total kekayaan Anies sebesar Rp 3.937.704.484 dan USD 9.871.
Harta Anies tersebut tidak jauh berbeda dengan yang dilaporkannya ketika menjadi rektor Universitas Paramadina. Saat itu Anies mencatatkan harta kekayaannya sebesar Rp 7.479.795.186 dan USD 8.882 dengan utang Rp 4.881.540.950 sehingga total hartanya Rp 2.598.254.236 dan USD 8.882.
Berbeda dengan Ahok, Anies memiliki dua mobil yaitu, Toyota Kijang Avanza senilai Rp 88.975.575 dan Toyota Innova Rp 150.604.919. Sementara itu harta bergerak lainnya senilai Rp 362.910.910.
Untuk logam mulia, mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu memiliki kekayaan senilai Rp 154.500.000. Dan benda bergerak lainnya senilai Rp 208.410.910.
Untuk surat berharga, dia mengantongi kekayaan Rp 112.317.000. Anies juga memiliki giro dan setara kas lainnya senilai Rp 519.908.238, serta US 9871 dolar. Anies juga memiliki hutang sebesar Rp 4.678.495.158.
Sedangkan bakal calon gubenur lainnya yang diusung Koalisi Cikeas Agus Harimurti Yudhoyono belum pernah mendaftarkan sama sekali LHKPN-nya. Sehingga harta kekayaannya belum terungkap ke publik. (gbi)

