Akademisi Unair Puji Gagasan Pembangunan Subway di Surabaya

oleh
Tika Widiastuti (tengah) dalam salah satu acara.

GLOBALINDO.CO, SURABAYA – Gagasan Wakil Wali Kota Surabaya, Whisnu Sakti Buana, membangun moda transportasi Subway di kota pahlawan mendapat pujian sejumlah pihak. Salah satunya datang dari Akademisi Fakultas Ekonomi, Universitas Airlangga (Unair), Tika Widiastuti.

Tika Widiastuti menuturkan, ada beberapa aspek yang perlu diperhatikan dalam pembangunan subway. Diantaranya, kesiapan Pemerintah Kota dalam mengembangkan ide tersebut dari sisi perekonomian, dan strategi dalam pembiayaan.

Investasi transportasi modern dalam bentuk Subway, menurut Tika cukup besar. Selain menggunakan APBD, dan APBN perlu juga ditopang dari segi investasi swasta dalam pembangunannya.

’’Sehingga tidak membebankan masyarakat untuk bisa mengakses nantinya. Bisa gratis malah lebih bagus,’’ kata Tika Widiastuti, Senin (5/8/2019).

Selain itu, transportasi yang pertamakali ada di Amerika Serikat sejak tahun 1904 ini juga perlu memperhatikan sinergisitas antara modernisasi bawah tanah dengan transportasi lokal dan online.

“Keberadaan angkot, dan transportasi online perlu untuk dilibatkan dalam mengangkut masyarakat dari hunian menuju stasiun penghubung (feeder),” jelasnya.

Disisi lain, gagasan dari Wakil Walikota Surabaya, Whisnu Sakti Buana untuk membangun Subway dinilai Tika cukup bagus dan patut dinanti. Sebab, Surabaya saat ini sudah mengarah kepada kota Megapolitan.

Dari segi ekonomi, adanya Subway berdampak pada pertumbuhan ekonomi dengan efisiensi pengeluaran cukup hemat. Sehingga geliat perputaran ekonomi warga Surabaya tidak hanya di permukaan.

“Geliat perekonomian di Surabaya tidak hanya yang nampak di permukaan. Melainkan, juga dibawah tanah,” imbuh dosen yang juga Ketua Pusat Pengelolaan Dana dan Sosial (Puspas) Unair Surabaya ini.

Subway, bisa meminimalisir pengeluaran masyarakat baik langsung maupun tidak langsung.’’Secara teori dengan pendapatan yang tepat kita bisa meminimumkan pengeluaran. Begitu juga dengan pengeluaran yang tepat kita bisa meningkatkan pemasukan,’’ terang Doktor Ilmu Ekonomi Islam Unair ini.

Dampak lainnya, bisa dirasakan juga di bidang properti. Dengan kecepatan dan ketepatan serta kenyamanan masyarakat akan lebih memilih untuk tinggal di wilayah pinggiran kota.

’’Dengan efisiensi yang baik, maka akan meningkatkan pemasukan bagi Pemkot Surabaya, dan berdampak pada regional serta nasional,’’ pungkas lulusan Pasca Sarjana Universitas Indonesia. (bmb/gbi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.