GLOBALINDO.CO, JAKARTA – Kementerian Penyerapan keuangan APBNP 2016 telah mengalokasikan anggaran Rp 4,3 tirliun untuk mengatasi banjir. Alokasi anggaran penanggulangan banjir tersebut untuk membangun bendungan di seluruh sungai di Indonesia sepanjang 250,88 kilometer.
Salah satu yang menjadi perhatian adalah penanganan banjir di Jakarta. Berdasar catatan Direktorat Jenderal Sumber Daya Air (Ditjen SDA), beberapa program penanganan jangka panjang untuk banjir Jakarta di antaranya adalah pembangunan polder Kali Mati, normalisasi dan perkuatan tanggul Kali Bekasi, empat paket normalisasi Kali Ciliwung, pembangunan inlet dan outlet sudetan Kali Ciliwung ke Kanal Banjir Timur (KBT), dan pembangunan sudetak Kali Ciliwung ke KBT.
Untuk pembangunan polder Kali Mati, progres keuangannya hingga September ini baru 19,48 persen dengan diikuti progres fisik sebesar 17,8 persen. Sedangkan untuk normalisasi dan perkuatan tanggul Kali Bekasi, realisasi serapan keuangannya baru 31,14 persen dan fisiknya sudah mencapai 63,05 persen.
Kemudian untuk normalisasi Kali Ciliwung paket 1 progres keuangannya baru 20,48 persen dengan fisik mencapai 35,24 persen. Normalisasi Kali Ciliwung paket 2 serapan keuangannya mencapai 34,99 persen dan fisiknya 34,98 persen. Progres keuangan pada normalisasi Kali Ciliwung paket 3 dan 4 telah mencapai 50,66 persen dan 53,36 persen dengan progres fisik masing-masing 50,65 persen dan 53,37 persen.
Ditjen SDA mencatat alokasi anggaran untuk penanganan banjir ini merupakan yang terbesar kedua di Kementerian Pekerjaan Umum dan perumahan Rakyat (PUPR). Hingga Agustus 2016, Ditjen SDA menyerap keuangan sebesar 43,73 persen atau sebanyak Rp 12,54 triliun dari total anggaran yang diberikan yakni Rp 28,68 triliun.
Sementara progres fisiknya berada di angka 51,47 persen. Posisi ini hanya kalah dari Ditjen Bina Marga yang menyerap anggaran dan fisik paling besar di Kementerian PUPR. (kc/gbi)

