Anggota Dewan Sesalkan Masih Ada Wilayah di Surabaya Belum Tersentuh Pembangunan

oleh
Anggota Komisi C DPRD Kota Surabaya, Riswanto.

GLOBALINDO.CO, SURABAYA - Meski Kota Surabaya sudah memiliki julukan sebagai kota metropolis dan banyak meraih penghargaan, ternyata masih ada saja wiyalah yang belum mendapatkan infrastruktur yang layak. Contohnya kampung Bulak Kali Tinjang, Kelurahan Bulak, Kecamatan Bulak.

Anggota Komisi C (pembangunan) Bidang Pembangunan DPRD Surabaya, Riswanto mengaku prihatin dengan kondisi kawasan Bulak Kali Tinjang. Disaat pembangunan yang dilakukan pemerintah kota sedang gencar-gencarnya ternyata masih ada saja wilayah yang tidak tersentuh.

“Kondisinya sangat memprihatinkan. Miris melihatnya,” ujar Ruswanto, Kamis (21/12/2017).

Selain infrastruktur seperti jalan yang belum dipaving, masyarakat setempat ternyata juga belum mendapatkan saluran air bersih dari PDAM. Parahnya lagi, wilayah Bulak Tinjang sampai sekarang juga belum diberi Penerangan Jalan Umum (PJU).

“Irigasi maupun saluran drainase yang bagus juga belum ada,” ungkapnya.

Politisi PDIP ini menyebut, kawasan Bulak Kali Tinjang seperti terisolir. Padahal, menurutnya, perangkat kampung yang ada di daerah tersebut sudah melaporkan ke pemerintah kota. Bahkan, dari informsi yang diperoleh, aduan tersebut sudah berada di meja Walikota.

“Laporannya sudah 2 tahun lalu. Jadi, sudah berlarut-larut,” ujarnya

Legislator ini menyampaikan, dari koordinasi dengan dinas terkait, kabarnya akan ada tindak lanjut. Jika tidak ada respon, kalangan dewan akan memanggil jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait untuk mempertanyakan kondisi di kampung tersebut.

“Dalam waktu dekat akan kita panggil untuk hearing,” paparnya

Riswanto mengakui, di daerah tersebut saat ini ada masalah sengketa lahan. Kasus tersebut sedang ditangani oleh aparat penegak hukum. Namun, menurutnya, apapun yang terjadi pemerintah kota tak boleh lepas tangan.

“Pemerintah kota harus hadir mau menyelesaikan konflik mereka. Karena itu yang dikehendaki masyarakat,” paparnya. (bmb/gbi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.