Ini Saran Anggota Komisi B dalam Menyelesaikan Sejumlah Permasalahan di PD Pasar

oleh
Anggota Komisi B DPRD Kota Surabaya, Baktiono.

GLOBALINDO.CO, SURABAYA - Anggota Komisi B (perekonomian) DPRD Kota Surabaya, Baktiono mendorong pemerintah kota mencari figur yang kredibel bagi direksi PD Pasar Surya. Tujuannya untuk membenahi sejumlah permalasahan yang ada di salah satu Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) milik Pemkot Surabaya tersebut.

Menurut Baktiono, kondisi manajemen yang ada di DP Pasar saat ini cukup memprihatinkan. Sehingga dibutuhkan figur yang tepat untuk menduduki posisi direksi yang baru nantinya.

“Kondisi manajemen PD Pasar karut marut. Solusinya manajemenya harus segera dibenahi,” saran Baktiono, Selasa (12/12/2027).

Baktiono kemudian mencontohkan kasus pemblokiran rekening akibat tunggakan pembayaran cicilan pajak di PD Pasar Surya. Selanjutnya, muncul lagi kasus kredit fiktif sebesar Rp 13,4 miliar.

Untuk mendapatkan sosok yang diharapkan, calon yang bersangkutan memiliki track record yang bagus dan profesional. Mereka bisa berasal dari Mantan Direktur BUMN, BUMD yang mempunyai prestasi bagus di daerahnya maupun dari perusahaan swasta.

“Dibayar mahal gak masalah, asalkan memiliki kualitas yang dibutuhkan. Kira siap menyediakan anggaranya,” tegasnya.

Politisi dari PDI-P ini menuturkan, direksi yang baru harus mampu mampu membangun dan menjadikan sejumlah pasar yang di kelola PD Pasar lebih baik. Diantaranya menarik investor untuk berinvestasi.

“Tugas direksi nantinya tak hanya mengatur pungutan dari para pedagang, kemudian diputar lagi untuk membayar tagihan listrik, pajak dan sebagainya. Tapi harus mampu meningkatkan kualitas manajemen,” harap Baktiono.

Politisi yang dikenal vokal ini optimis, jika pengelolaan PD Pasar semakin baik, akan bisa menggerakkan ekonomi di lapisan bawah. Selama ini, problem yang dihadapi, jajaran direksi yang ada belum mempunyai jiwa wirausahawan dan rekam jejak yang sesuai harapan.

“Jika tak mempunyai pengalaman, apa bisa menarik investor. Jangankan dari luar negeri, dari dalam negeri saja belum tentu,” ujarnya.

Baktiono mengungkapkan, jumlah Pasar tradisional di Kota Surabaya sekitar 67 unit. Mengingat pertumbuhan ekonomi di kota Pahlawan yang relative baik, semestinya calon direksi mendatang visioner, agar pangsa yang ada tak direbut pihak swasta.

“Kan kita sudah punya masterplannya, tinggal bagaimana bisa hadir di tengah-tengah itu,” katanya.

Baktiono menyebut, pada April 2018 dari dua direksi yang masih menjabat, yakni Direktur Teknik dan Pembinaan Pedagang masa kerjanya berakhir. Namun, keduanya tak bisa mengambil keputusan strategis.

“Pemkot Surabaya harus segera mengisi direksi yang kosong, atau menunggu April nanti direkrut seluruhnya,” pungkas Baktiono. (bmb/gbi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *