Anggun C Sasmi: Nasionalisme Itu Bukan Sekedar Paspor dan Batik

oleh
Anggun C Sasmi
Anggun C Sasmi

GLOBALINDO.CO, JAKARTA - Masalah kewarganegaraan tiba-tiba menjadi topik hangat di masyarakat Indonesia. Berawal dari menteri yang dicopot hingga anggota paskibraka yang tidak diperbolehkan bertugas karena memiliki kewarganegaraan lain.

Sebagai warga negara Indonesia yang tinggal di luar negeri, Anggun C Sasmi menyayangkan permasalahan itu. Bagi Anggun C Sasmi, rasa nasiolisme seseorang tidak bisa diukur dari satu hal tertentu.

“Soalnya banyak sekali yang dibilang WNA, tapi ternyata Indonesia banget. Tapi justru banyak WNI, orang Indonesia beneran, punya anak Indonesia, bentuk dan mukanya orang Indonesia akan tapi nggak bisa bahasa Indonesia dan malah kebule-bulean. Nah itu berarti letak nasionalisme mereka di mana? Apalagi yang sekarang-sekarang ini ya. Menurut aku sayang sekali,” kata Anggun saat ditemui di Central Park, Jakarta Barat.

Anggun menjelaskan sudah saatnya undang-undang dirubah untuk warga negara Indonesia yang memiliki orang tua warga negara asing ataupun warga negara Indonesia yang tinggal di negara lain.

” Contohnya aku, yang diharuskan sebenarnya melepas kewarganegaraan (Indonesia), karena kalau nggak ya susah,” terang Anggun.

“Tetapi saya tetap orang Indonesia. Mama saya orang Indonesia, Bapak saya orang Indonesia, saya lahir dan dibesarkan juga di Indonesia, minumnya minuman Indonesia. Kalau nggak makan nasi, masih nggak kenyang. Anakku Kirana yang lahir di Perancis dan besar di sana, baru umur 8 tahun sudah fasih bahasa Indonesianya,” katanya Anggun.

“Buat aku sih, nasionalisme itu ada di bahasa dan sebagaimana orang itu bisa mengabdikan atau memberi kembali ke negaranya. Bukan atribut yang di luar yang kelihatan. Kalau pake batik, semua orang juga bisa,” ujarnya. (trn/nur)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.