GLOBALINDO.CO, SURABAYA - Kabag Humas Pemkot Surabaya M. Fikser berharap masyarakat dapat lebih jeli mencermati surat-surat yang mengatasnamakan pemerintah.
Fikser menyayangkan masih ada warga yang tertipu ulah oknum. Menurut dia, hal itu tidak perlu terjadi seandainya warga mau lebih aktif melakukan konfirmasi ke Pemkot Surabaya.
“Kroscek ke dinas terkait itu sangat diperlukan agar warga tidak terjebak dengan upaya penipuan,” ujar Fikser, Rabu (31/8/2016).
Terkait surat palsu yang dipakai oknum dalam penipuan penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS), Fikser mengatakan ada banyak kejanggalan. Surat-surat tersebut tidak sesuai pakem tata naskah dinas.
Fikser mencontohkan, jabatan wali kota tertulis “Wali Kota Pemerintah Kota Surabaya”. Nomor induk pegawai (NIP) juga tidak sesuai.
Sedangkan pada surat berlogo burung Garuda, oknum mencantumkan nama Ketua DPRD Armuji, Wali Kota Tri Rismaharini dan Staf Kementerian Dalam Negeri Sofyan Jalil lengkap dengan tanda tangan dan stempel palsu.
“Di sini tertulis ‘IR. Ibu Tri Rismaharini’. Ini kan sudah tidak benar,” urai mantan Camat Sukolilo ini.
Lebih lanjut, kejadian ini langsung direspon pemkot dengan menerbitkan surat edaran yang ditanda tangani Sekda Surabaya. Surat tersebut disebarluaskan ke seluruh dinas untuk mencegah kejadian serupa tak terulang.
Ditanya apakah pemkot akan melaporkan kasus pemalsuan surat ini ke pihak berwajib? Fikser menjawab pihak pemkot masih mengkoordinasikan secara internal dengan dinas terkait.
“Ini kita masih koordinasi apa langkah selanjutnya,” jelas pejabat kelahiran Serui ini.
Kepala Badan Kepegawaian dan Diklat (BKD) Surabaya Mia Santi Dewi menambahkan, sejak tahun 2015 sampai sekarang, Pemkot Surabaya tidak melakukan penerimaan CPNS.
Itu sesuai surat Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara (Kemenpan) dan Reformasi Birokrasi (RB) Nomor B/2163/M.PAN-RB/06/2015 tanggal 30 Juni 2015.
“Kalau ada penerimaan CPNS, pasti akan diumumkan melalui media massa dan website resmi www.surabaya.go.id,” katanya.
Penerimaan CPNS di lingkup Pemkot Surabaya tidak pernah memungut biaya alias gratis. Mia menyarankan para korban penipuan untuk segera melapor ke pihak berwajib.
“Jadi kalau ada permintaan uang, sudah pasti itu adalah penipuan,” pungkasnya. (bmb/gbi)

