Antisipasi Terorisme, Dinsos Perketat Pengawasan Warga Pendatang

oleh
Sejumlah PMKS yang akan dipulangkan ke daerah asalnya.

GLOBALINDO.CO, SURABAYA - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya, terus meningkatkan pengawasan, pemantauan dan pengendalian, untuk mengantisipasi datangnya Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) ke Surabaya.

Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kota Surabaya, Supomo menuturkan pihaknya telah menggandeng Kecamatan, Kelurahan RT dan RW, dalam mengantisipasi kemungkinan-kemungkinan adanya permasalahan sosial dan keamanan. Hal itu untuk mengantisipasi timbulnya teroris di Surabaya.

“Siapapun boleh datang ke Surabaya, asalkan mereka mempunyai tujuan yang jelas,” ujar Supomo, Kamis (4/1)2018).

Menurut Supomo, setiap bulan Dinas Soal memulangkan sekitar 50 sampai 60 PMKS ke daerah asalnya. Mengingat setiap harinya ada saja PMKS yang terjaring razia.

Supomo mengungkapkan, selama tahun 2017 Pemkot telah memulangkan sekitar 1500 orang PMKS. Mereka berasal dari sejumlah propinsi seperti Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat bahkan dari luar pulau seperti Makassar dan Nusa Tenggara Timur (NTT).

“Untuk antisipasi agar mereka tidak kembali, kita berkoordinasi dengan pemerintah daerah masing-masing,” terangnya.

Di Surabaya ada beberapa panti yang terus dioptimalkan untuk mengurusi PMKS. Saat ini Liponsos Keputih merupakan panti terbesar dalam menangani masalah PMKS.

“Saat penghuni Liponsos Keputih ada 1600,” jelasnya.

Liponsos Keputih sendiri telah dilakukan perluasan, sebagai upaya untuk meningkatkan pelayanan kepada para penyandang PMKS. Jumlah penghuni liponsos saat ini yang laki-laki sekitar 800 dan perempuan sekitar 400 dengan dibantu sekitar 150 petugas.

Selain melakukan perluasan liponsos cara lain yang dilakukan untuk meningkatkan pelayanan juga memberikan perawatan secara intensif. Tujuannya untuk mengembalikan memory penghuni Liponsos.

“Ada juga yang sudah mendekati sembuh itu kita rekreasikan ke kebun binatang, ke taman-taman, kita ajak mereka jalan-jalan, sebagai upaya untuk mengingat kembali memori mereka, upaya apapun kita tempuh agar mereka cepat sembuh,” pungkas Supomo. (bmb/gbi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.