Antrean Masuk Rusun di Surabaya Mencapai 4.960 Pemohon

oleh
Salah satu penghuni Rusun yang ada di Surabaya.
Salah satu penghuni Rusun yang ada di Surabaya. Hingga saat ini masih ada ribuan warga yang antre ingin masuk rumah susun.

GLOBALINDO.CO, SURABAYA - Jumlah warga yang antre ingin masuk rumah susun (rusun) ternyata sangat banyak. Berdasar data di Dinas Pengelolaan Bangunan dan Tansh (DPBT) Surabaya, hingga kini ada 4.960 pemohon yang mengajukan ingin tinggal di rusun.

“Di antara jumlah tersebut, 3.670 pemohon dinyatakan memenuhi syarat,” ungkap Kabid Pemanfaatan Bangunan, Dinas Pengelolaan Bangunan dan Tanah Surabaya, Agus Supriyo, Kamis (17/11/2017).

Agus menjelaskan beberapa persyaratan tinggal di rusun yang dikelola pemkot, antara lain ber-KTP Surabaya, menyerahkan surat pernyataan tidak memiliki rumah dan tergolong masyarakat berpenghasilan rendah.

“Dari ribuan pemohon tersebut akan ditentukan skala prioritas. Untuk saat ini, pemkot mendahulukan warga Surabaya yang direlokasi dari setren kali,” jelasnya.

Selebihnya, pemohon akan masuk waiting list sembari menunggu rusun baru kelar. Ke depan, pemkot terus mengusulkan pembangunan rusun baru kepada Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

Lebih lanjut, alumnus Universitas 17 Agustus tersebut menyatakan bahwa rusun bukan merupakan tempat tinggal permanen. Oleh karenanya, penghuni rusun akan dievaluasi secara berkala melalui perpanjangan izin tinggal tiap tiga tahun sekali.

“Jika penghuni sudah berdaya secara ekonomi, maka penghuni tersebut dipersilakan memberi ruang bagi warga lain yang lebih membutuhkan,” imbuh Agus.

Sebelumnya, pembangunan dua rumah susun (rusun), di Dukuh Menanggal dan Keputih yang dibangun menggunakan anggaran pemerintah pusat ditarget rampung pada akhir Desember 2016.

Rusun Dukuh Menanggal sendiri dibangun dengan model satu tower setinggi lima lantai. Total ada 114 unit tempat tinggal dengan tipe 24. Rusun tersebut dibangun di atas lahan milik pemkot seluas 1,18 hektare. Progres pembangunan rusun Dukuh Menanggal mencapai 83 persen.

Sementara rusun di area Keputih, dalam satu areal ada dua rumah susun, yakni Keputih I dan Keputih II. Rusun Keputih I dibangun empat lantai yang mampu menampung 50 unit tempat tinggal tipe 36.

Rusun Keputih II nyaris sama. Bedanya hanya pada jumlah lantai, yakni lima lantai dengan total 66 unit tempat tinggal. (bmb/gbi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.